Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
Nanda duduk di sofa rumah nya, mulutnya tidak berhenti mengunyah cemilan yang baru saja dibelikan papa-nya.
"Jadi nan, gimana nasib temen kamu itu?" Tanya papa sambil memakan kuaci.
Nanda menoleh menatap papa yang berada disebelahnya. Gadis itu mengedikkan bahu acuh dan kembali memakan ciki.
"Mau nasib dia baik atau nggak, bukan urusan aku sih pa... Harusnya papa laporin dia ke kepsek aja kemaren.. huh!" Ucap Nanda diakhiri dengan dengusan.
Rahardian a.k.a papa Nanda hanya tersenyum kecut dan menggeleng pelan, dia merangkul kedua bahu Nanda.
"Gak boleh gitulah, namanya gak adil kalau gitu..." Nasehat papa tersenyum.
Nanda menatap malas papa dan memilih menonton mv dari boyband korea di tv.
"Kalau mau adil-adilan jadi hakim aja sana pa.." Nanda berucap pelan lebih tepatnya berbisik.
Papa melepas rangkulannya sudah kehabisan kata-kata untuk putrinya ini, dia memilih pergi menuju dapur menghampiri mama Nanda. Sesaat papa berdiri dari duduknya Nanda melirik sekilas ayahnya itu.
"Nyebelin banget" gerutu Nanda setelah papanya itu sudah pergi.
Drrrrttt...
Drrrrrt...
Drrrrrt...
'Monyet-sya'
Nanda mengernyit tumben cowok jangkung sekaligus sahabatnya itu menelpon. Nanda mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo nan"
"Hm?"
"Lagi sibuk gak lo?"
"Kaga tuh, emangnya kenapa?"
"Jalan-jalan kuy, ntar gua jemput"
Nanda mengernyit dan menatap layar handphone nya sambil bertanya-tanya, benarkah cowok ini mengajak dirinya jalan-jalan?? Gak biasanya dia begini.
"Mau nggak? Gua traktir deh"
"Haaa?? Serius lu mau traktir gua?? Eh bentar ini Arsya bukan?" Tanya Nanda.
"Ya iyalah gua Arsya yakali tok dalang"
"Bentar-bentar, Sya kepala lu kebentur ya tadi malam?" Tanya Nanda lagi.
"Enggak tuh, kenapa sih?"
"Heran gua anjing, gak biasanya lu kek gini" seru Nanda heboh.
"Hee mulutnya." Tegur papa yang menyimak didapur dengan istrinya.
Nanda menoleh kebelakang dan melihat papa-nya sedang berkacak pinggang, Nanda nyengir dan menyatukan kedua tangannya meminta maaf.
"Ampun paduka raja" ucapnya kemudian kembali menempelkan benda pipih itu di telinganya.
"Ahahaha kasian kena marah"
"Yee siapa yang kena marah, sotoy bat lu!"
"Ahahaha, ya udah pokoknya lu siap-siap dah, ntar gua jemput"
"Iya iya bawel bat sih, jangan lama lu"
"Dih ngatur"
Nanda memutus sambungan sepihak dan beranjak dari sofa kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
