ketiga puluh tiga

46 25 23
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

-Hidup dan mati-

Masih dihari yang sama.

Nanda sudah melaju di jalanan menggunakan motor Jupiter milik abangnya, ia sudah berada dijalan besar didekat rumah sakit yang dibilang papa sebelumnya. Ia membuka helm dan berhenti didekat trotoar jalan.

Nanda turun dari motor dan mengecek lokasi kejadian, tidak ada tanda-tanda mencurigakan, hingga sebuah dompet mengalihkan atensi Nanda, dompet itu berada diseberang jalan dari tempat Nanda berdiri, gadis itu segera berlari ke seberang dan mengambil dompet tersebut. Ia membuka dompet itu dan melihat isi didalamnya.

"Ghassan Alfahri...." Ucap Nanda membaca kartu pelajar yang berada didalam dompet tersebut.

"Berarti emang bener...., Lu buat masalah apa sih sya????!! Sampe gaya-gayaan bikin alur penculikan..." Gerutu Nanda mengantongi dompet tersebut.

Nanda tidak tau harus kemana, hanya dompet ini satu-satunya yang dia dapatkan, tidak ada petunjuk lain. Kemudian Nanda melajukan motornya melewati jalan menuju SMA 2, niat dia hanya ingin berkeliling.

"Kartu pelajar si Ghassan itu dari SMA 2 mungkin aja ada yang kenal..." Gumam Nanda terus menggas motornya.

........

Para anggota Fahri mulai uring-uringan disebuah gedung yang tak terpakai di SMA 2, mereka kehilangan Fahri sang ketua geng. Sejak 2 hari menghilang, jejak Fahri tidak ditemukan membuat mereka mulai gencar.

"Gue yakin pelakunya musuh bebuyutan kita" ujar seorang cowok kribo yang duduk diatas meja.

"Diem Lo kribo! Omongan Lo gak diterima disini!" Ketus salah seorang cowok urakan yang memakai tindik ditelinganya.

"Huh?... Gue cuma ngasih tau doang.." balas si kribo dengan lesu, ia melirik teman-temannya yang sudah pusing.

"Pasti orang-orang yang mecahin kaca kelas kita kemaren itu pelakunya" ujar cowok yang bername tag Marvel.

Cowok urakan mengalihkan pandangannya dan menatap Marvel dengan malas, ia tidak mau membuang sia-sia tenaganya untuk menghajar para anggota bodoh nya ini.

"Jangan sampe mulut lu semua pecah ditangan gue" komen cowok urakan itu sambil menyisir rambutnya kalut.

"Kalau Fahri sampe kenapa-napa, gue pastiin tu orang gabakal panjang umur"

"Kenapa pak Wibowo gak inisiatif nyari Fahri?" Celetuk cowok plontos dengan luka di mata kirinya.

"Lu taulah Wibowo itu gimana, keliatannya aja kek sayang anak padahal aslinya menjerumuskan anaknya dalam kesengsaraan" balas cowok urakan.

Cowok plontos itu hanya ber-oh ria dan tidak membalas lagi.

"Bryan lacak lokasi Fahri lagi" putus cowok urakan beranjak dari ruangan tersebut untuk menghirup udara segar.

"Yooai" balas nya.

........

"Hm? Hari ini kan libur.... Malah Lupa pula sih" dengus Nanda yang melihat SMA 2 yang sepi tanpa penghuni.

Namun saat seorang muncul dari dalam sekolah membuat Nanda segera menutup helmnya dan segera berbalik badan.

"Anjirrr itu sih Alfian...." Bisik Nanda meringis kala melihat cowok urakan itu.

Disisi lain cowok urakan yang mulai menyalakan rokoknya itu hanya memandang tubuh Nanda sekilas dan menatap orang-orang yang berlalu lalang dijalan didepan gerbang.

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang