Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
H-1
Tap!
Nanda menahan punggung pemuda yang akan pergi meninggalkan kafe tempat Arsya dan Deila duduk. Tubuhnya menegang seketika dan dia berbalik dengan sedikit gemetar dan panik. Nanda menatap tajam pemuda yang mengambil foto kedua makhluk bucin menggelikan itu.
"Siapa Lo?!" Selidik Nanda memindahkan tangannya kemudian mencengkram bahu pemuda itu kuat.
"A-anu..." Pemuda tersebut melirik kanan dan kiri seolah mencari sesuatu.
"Siapa!"
"A-aaa... I..tu.."
Nanda menyentak pemuda itu dan menariknya menjauh dari kafe, Nanda menghempas pemuda itu hingga jatuh terduduk dilantai parkiran yang berada disebelah kafe.
Nanda berjongkok menyetarakan wajahnya dengan pemuda itu. Ia mengambil alih kamera yang berada didalam tas pemuda itu kemudian mengecek isinya.
"Sekali lagi gue tanya! Siapa lo!" Hardik Nanda.
Bibir pemuda itu bergetar, tukang parkir yang melihat pun tak sanggup menolong karna Nanda terlihat sangat mengerikan.
"Sopan lo foto orang diam-diam?" Tanya Nanda.
"E-enggak kak" jawabnya tergugu.
Nanda mencengkram kerah baju pemuda itu.
"Jangan berani-berani Lo ganggu dua orang itu! Kalau ketauan sama gue, habis Lo!" Nanda mendorong tubuh itu dan melenggang pergi sembari membawa kamera milik pemuda itu.
"Kamera gue..." Lirih nya menatap kepergian Nanda.
.....
Drrrrttt.... Drrrrtt.....
Arsya melirik handphonenya.
Karina call..
"Kak Karina, bentar ya la" ujar Arsya.
Deila mengangguk dan menatap Arsya yang mengambil jarak untuk menerima panggilan dari kakaknya.
"Halo"
"Iya halo, kenapa?"
"Buruan pulang"
"Kenapa??"
"Ayah dirumah"
Hening.
"Buruan! Gue gak mau ladeni itu bapak-bapak, lebih baik lu balik sekarang, jangan sampe ni rumah jadi porak poranda gegara gue sama dia"
"Ayah sama siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan sekretaris nya, udah buruan balik jangan banyak nanya!"
Tut!
Panggilan terputus, Arsya memandang layar handphonenya sedikit lama, kemudian dia menghela napas panjang. Ia menoleh kearah mejanya tadi ternyata Deila memperhatikan dia sedari tadi.
Arsya memaksa senyumnya dan berjalan menghampiri Deila yang masih setia menatap Arsya.
"Kayaknya aku harus balik la, ayah lagi dirumah" ucap Arsya.
"Gapapa kan?" Lanjut Arsya memandang wajah Deila yang sudah mendung menatap sendu Arsya.
"Hm gapapa, kita bisa ketemu besok lagi kan?" Tanya Deila menatap Arsya penuh harap.
"Bisa kok" jawab Arsya cepat dan menyunggingkan senyum manisnya.
Deila ikut tersenyum, kemudian Arsya berjalan ke kasir membayar pesanan mereka tadi setelah itu mengajak Deila untuk pergi dari kafe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Jugendliteratur>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
