Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
- fakta yang ditolak-
Nanda melirik Arsya, rambutnya berantakan akibat jambakannya tadi. Nanda menangkup wajahnya dengan satu tangan, helaan napas serta rasa bosan mengitarinya. Mendengar helaan itu Arsya lantas menoleh dan menatap Nanda dengan alis terangkat.
Tidak ada percakapan, tatapan pribadi dari Arsya yang hanya membuat seseorang menatapnya malas. Dia mengalihkan pandangan kemudian menghela napas.
Adam yang duduk di sebelah Anwar melirik sebentar lalu menepuk bahu Anwar pelan.
"Kenapa lo?" Tanya Adam memandang Anwar yang menangkup pipinya.
Anwar menggeleng dan menatap jendela malas. Adam bingung, perasaan anak ini baik-baik saja tadi kenapa sekarang malah seperti patah hati.
Hari ini kelas terasa sunyi, tidak ada guru tidak ada keributan, semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
Nanda sudah menidurkan kepalanya di balik kukungan tangan. Dia tampak lelah hingga dengkuran halus itu terdengar oleh indra Arsya.
Arsya memiringkan sedikit kepalanya menatap Nanda.
Sejujurnya gue belum siap dengar segala fakta dari mulut lu nan..... Gue emang pengecut, gue nggak seberani itu buat tau segala hal yang gue sendiri juga udah tau.... Gue tau siapa dia.... Tapi.... Ini jauh lebih sakit ketika gue harus denger elu ngungkapin semuanya.
Tatapan Arsya kian lirih. Hatinya ingin marah lagi tapi sampai kapan semuanya harus diam dan ditutupi. Wajah Nanda yang tenang dalam tidur membuat Arsya pun merasa kian bersalah.
Sejauh apa lu cari tau tentang dia nan? senekat apa lu selama ini di belakang gue? Maaf kalau gue terkesan nyudutin elu.... Maaf selama ini gue bikin elu kerepotan dengan fakta kalau gue lebih berpihak sama dia... Maaf...
Anwar yang berada di seberang memperhatikan Arsya dengan mata menyipit, raut wajah tak suka terpampang jelas namun tidak ada yang menyadari itu selain Arsya sendiri.
Dia tahu saat ini dia sedang ditatap tajam, mata Anwar seperti laser yang siap menghunus jantungnya. Walau begitu Arsya mencoba tetap tidak peduli dan kini tangannya terulur merapikan jilbab Nanda yang sedikit berantakan.
Anwar mengepalkan tangan, dia ingin marah tapi dia tak punya hak apapun.
Disisi lain Nanda masih tertidur pulas dengan bantalan tangannya, dalam tidurnya Nanda bergumam pelan.
"Gue nggak mau lu terseret lebih jauh sya...." Lirih Nanda bergerak pelan namun matanya masih terpejam. Arsya melipat bibirnya pelan mendengar gumaman Nanda. Bahkan dalam tidurpun sahabatnya itu masih memikirkannya.
Suasana kelas terasa jauh lebih sunyi dari biasanya, semua orang sibuk dengan diri masing-masing.
Hingga suara alarm pulang terdengar nyaring, Nanda tersentak dari tidurnya dan menatap sekitar yang mulai sibuk merapikan buku.
"Hoaaaammmm!!!" Nanda menguap lebar sambil merentangkan tangan. Dia melirik ke kanan dan menatap Arsya yang sudah berdiri dengan tas yang sudah bertengger di punggung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
