Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
Dua hari berlalu.
Arsya baru bangun dan mengusak rambutnya dengan kasar. Matanya menyisir penjuru kamar. Arsya menghela dan berjalan keluar kamar.
Tampak Karina sedang memasak pagi hari ini, dia duduk di kursi meja makan dan menatap lekat Karina.
"Masak apa kak?" Tanya Arsya menangkup pipinya.
Karina melirik sekilas pada Arsya.
"Udang balado sama nugget" jawabnya singkat.
"Gue alergi udang" jelas Arsya membuat Karina berpaling.
"Nugget duluan yang gue goreng jadi aman"
Arsya memiringkan kepala, "lo masih marah sama gue?" Tanya Arsya lagi.
Karina tidak menjawab dan sibuk mengaduk-aduk isi dari dalam kuali.
"Gue minta maaf, gue lagi main game kemaren tapi lo malah main ambil hp gue" ujar Arsya masih dengan suara paraunya.
Karina masih diam. Perempuan itu mematikan kompor lalu mengambil piring menyalin makanan yang dia buat lalu meletakkannya di atas meja makan. Dia berbalik lagi dan mengambil 2 buah piring, meletakkan satu piringnya di hadapan Arsya dan satu lagi untuknya.
Karina mengambil nasi dari mejikom yang berada di sebelah kirinya, tanpa melihat Arsya yang serba salah.
"Makan" titah Karina melihat piring Arsya yang kosong. Mendengar itu Arsya hanya mendengus dan mengambil nasi kemudian mengambil nugget yang disediakan Karina.
Mereka makan dengan hening, Karina beranjak dari kursinya, Arsya melihat piring Karina yang masih setengah di makan.
"Lo udah kenyang?" Tanya Arsya menatap Karina.
Perempuan itu tidak menggubris dan membuka kulkas, dia mengambil selada yang berada dalam plastik. Karina mencuci sebagian selada dan memasukkan kembali sisanya ke dalam kulkas. Karina meletakkan selada di piring kecil dan menaruhnya di atas meja.
Karina kembali duduk dan menyantap makanannya bersama dengan selada. Melihat itu Arsya juga ikut mengambil selada itu.
"Lo kenapa diam terus sih? Gue capek tau liat lo diem bae" ujar Arsya mengaduk-aduk nasinya.
"Jangan berisik!" Ucap Karina.
"Salah mulu" gumam Arsya.
.......
Nanda duduk di sebuah warkop dengan ransel yang berisikan kamera. Sudah hampir satu jam dia menunggu pemilik kamera ini namun. Cowok itu tak kunjung tiba.
"Hadeuhhhh, udah hampir magrib ini. Kemana sih tu anak!" Geram Nanda melihat jalanan.
Tak lama sebuah motor tiba, dia melepas helm dan memarkirkan motor tepat di depan warkop.
"Maaf lama kak" ujarnya menunduk dan duduk di depan Nanda.
Nanda mengeluarkan kamera dalam ranselnya. Dia menyodorkan kamera tersebut. Cowok itu tersenyum sumringah sembari akan mengambil kameranya. Namun, Nanda menahannya.
"Jelaskan alasan lo nguntit Deila" ujar Nanda menatap bola mata hitam itu dengan lekat.
Cowok itu terdiam, dia meneguk ludah berkali-kali. Nanda memicingkan mata mengintimidasi cowok itu.
"Apa ini salah satu rencana kalian juga? Lo mancing gue?" Rentetan pertanyaan Nanda semakin membuatnya terdiam seribu bahasa.
"Anu.... Mmmmm" cowok itu melipat bibirnya lalu membasahi bibirnya dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
