Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
"Anak kepsek SMA 2"
Saat ini mereka sudah duduk disebrang gerbang SMA 2, mereka akan memantau terlebih dahulu apakah Fahri akan pulang dengan supir atau menggunakan motor kesayangannya itu.
Arsya mengepulkan asap dari dalam mulutnya mengeluarkan asap itu dengan helaan napas singkat, tatapannya yang tajam membuat beberapa siswi yang baru saja keluar dari gerbang SMA 2 sedikit salting dan berjalan malu-malu.
Regas yang melihat itu merasa tersaingi dari Arsya, ia pun mencoba ikut tebar pesona. Ia menyibak rambutnya kebelakang lalu mengedipkan mata sembari mengeluarkan lidah. Beberapa siswi menanggapi pesona Regas dengan membuka mulut dan menjulurkan lidah HUWEKKKK... Begitulah kira-kira ekspresi ingin muntah terpampang jelas membuat Regas langsung mengambil posisi jongkok dan menunduk dibalik kaki panjang Arsya.
"Gue malu sih"
"Gue juga"
"Kalau gue pulang sih kalau digituin"
Regas memandang teman-temannya tak percaya, cukup dia menahan malu karena dipermalukan oleh cewek cebol diseberang sana, tapi teman-temannya malah ikut mengejek dia.
"Heh sya, itu dia" ujar Alfi menunjuk Fahri yang sedang mengendarai motor besar dengan dagunya.
Arsya mengangguk membuang puntung rokoknya asal dan mulai menyebrangi jalan menuju SMA 2. Fahri menatap Arsya dari motornya.
Hingga Arsya tiba didepan nya, Arsya mengetuk dasbor motor Fahri pelan menyuruh cowok itu membuka helm nya.
"Siapa Lo" Fahri bukan bertanya tapi seperti mengintimidasi seseorang didepannya.
Arsya mengedikkan bahu dan menatap orang-orang yang terpesona dengan wajah nya.
"Caper Lo, minggir!"
Arsya menurut dan langsung menepi, kemudian ia memberi kode kepada rekannya untuk menyalakan motor dan mulai mengejar Fahri.
Regas dan Remi mengejar Fahri, sedangkan Aldo dan joko menunggu di gudang, sementara Arsya, Alfi, Gery dan Fajar bertugas untuk mencegat Fahri dijalan yang sudah mereka tetapkan.
"Gue udah letakin pelacak di dasbor bawah kanannya" ujar Arsya kepada Alfi.
"Kita lewat jalan kecil fi" kata Arsya lagi.
Alfi menurut dan membelokkan motornya ke kanan dan diikuti oleh fajar dan Gery, mereka melaju mengejar waktu, karna Regas dan Remi hampir kehilangan jejak Fahri.
Arsya mengecek handphone dan melihat pelacak yang sudah dia pasang, Fahri sudah berada di lokasi.
"Dia udah disana, lebih cepat fi" seru Arsya sedikit kencang.
Alfi menancap gasnya hingga habis, dia berbelok kekiri dan menyebrangi jalan besar.
"Disana!" Ujar Gery melihat Fahri dan motornya.
Mereka berempat melaju mendekati Fahri yang membawa motornya pelan.
BUGH!!!
Gery memukul kepala Fahri menggunakan tongkat bisbol miliknya dengan kuat hingga cowok itu terjatuh dari atas motornya.
Ciiiiiitttttt...!!!
Alfi dan fajar mengerem motor dan membiarkan Arsya dan Gery berlari untuk mengecek keadaan Fahri.
"Agak bar-bar ya si Gery" ujar Alfi pada fajar. Fajar mengangguk setuju dan menghela napas.
Tap!
Arsya membalik tubuh Fahri yang tak berdaya, ia segera membuka helm cowok itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Novela Juvenil>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
