Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
" Anwar dan Nanda"
Arsya segera menelpon Nanda dan memberi tau lokasinya saat ini kemudian menceritakan secara singkat tentang kejadian tadi. Nanda yang mendapat mandat langsung meminta temannya untuk mengantar nya menuju gang permata dijalan Kartini, namun tidak ada satupun dari temannya yang bisa mengantarnya kesana.
"Duhhh gimana nih!"
Nanda sudah keluar sambil menenteng tas Arsya dan Alfi dan juga beberapa tas lain milik anggotanya Arsya.
"Lagian si curut ngapain pake nyuruh gue sih??? Terus gobloknya kenapa gue mauuuuu??? Harusnya gue ngambeklah gegara dia ketus sama gue tadi!!!! Huft!" Dengus Nanda berjalan menuju gerbang.
"Woi Nanda!" Seru Fadel mendekati Nanda.
"Apa!" Balas Nanda sewot.
"Dih, nyapa doang malah di gas" ucap Fadel spontan.
"Iyaa apa! Lu gak liat gue lagi keberatan nenteng delapan tas gini!!!" Sentak Nanda sedikit kasar menggoyang tas yang dia pegang.
"Emang tas siapa?" Tanya Fadel yang peka dan meraih beberapa tas dari tangan Nanda.
"Ya gue gak taulah! Ini tu si curut Arsya yang nyuruh!" Ketus Nanda mencampakkan sisa tas yang dia bawa.
"Kok lu buang?" Tanya Fadel menatap iba tas-tas yang berceceran di paving blok sekolah.
"Bodo amat!" Jawab Nanda berjalan menuju gerbang dan duduk didalam pos satpam.
Fadel dengan tersenyum pasrah hanya dapat mengutip tas tersebut dan membawanya kedalam pos. Didalam pos satpam ada bang Mandala yang sedang tergeletak tak berdaya, ia tengah tertidur. Bahkan suara dengkurannya mengganggu konsentrasi Nanda yang hendak menelpon Arsya.
Nanda mencari-cari barang untuk melempar bang Mandala yang berisik, ia melihat sebuah kaos kaki yang sudah digulung menjadi bulatan seperti bola. Nanda membuang kaos kaki tersebut dan melempar bang Mandala dengan sepatu pdl milik pria itu.
Duak!!
Bang Mandala tersentak dan mengadu kesakitan saat wajahnya tertimpuk benda keras.
"Aduh! Apa itu?!" Tanya bang Mandala.
Nanda menatap bang Mandala acuh dan kembali mengotak-atik handphonenya, sesaat setelah itu Fadel menyusul masuk kedalam pos satpam dan menatap batang hidung bang Mandala yang sedikit membiru.
"Kenapa bang?" Tanya Fadel meletakkan beberapa tas dilantai.
"Ini! Ada sepatu terbang!" Gerutu bang Mandala mengangkat sepatu pdlnya dengan heran.
Wajah ngantuknya masih terbentang siaga, Fadel segera mengambil alih sepatu tersebut. Ia melirik Nanda sekilas dan menggeleng pelan, sudah pasti itu ulah Nanda siapa lagi yang berani menimpuk bang Mandala.
"Lu mau kemana sih?" Tanya Fadel heran.
"Mau ke gang permata jalan Kartini!" Sentak Nanda yang fokus pada handphone nya.
"Emosi bener, padahal gue nanya baik-baik" balas Fadel ikut tiduran disebelah bang Mandala yang sudah terlelap kembali.
"Diem deh!"
Nanda menekan handphonenya menyambungkan panggilan dengan Arsya.
"Hallo!"
"..."
"Kagak ada yang nganterin gue kesana!"
"....."
"Pala lu peyang naik ojek! Jam segini uang gue mana ada!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Fiksi Remaja>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
