keempat puluh dua

44 14 21
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

"Ayo ke rumah sakit" ucap Rahardian menarik tangan Nanda.

Pria itu sudah tahu mengenai tawuran yang terjadi di SMK beberapa waktu yang lalu.

"Duhhh mager ah pa!" Tolak Nanda dengan lemas.

"Heeee ada pulak mager. Gak ada itu! Ayo!" Paksa Rahardian.

"Lagian aku gapapa kok pa" selah Nanda mencoba melepas tangan Rahardian.

"Keras kepala banget sih! Nanti kalau ada luka dalam gimana? Fakri bilang kamu kena tendang sampe muntah darah, makanya harus di periksa!" Ujar papa dengan penekanan.

Evy a.k.a mama Nanda hanya menyaksikan perdebatan antara anak dan ayah itu. Dia menghela napas pelan. Andara pun turun dari kamarnya karna mendengar suara ricuh di ruang tamu.

"Itu karna aku gak sengaja gigit dinding pipi yang dalam pa...."

"Aku udah periksa sama dokter Rio, katanya oke gak ada yang patah atau masalah apapun, jangan lebay deh pa"

"Matamu jangan lebay! Kamu anak perempuan papa satu-satunya bisa pula kamu ngomong gitu!" Marah Rahardian menatap nyalang Nanda.

Nanda mendengus dan melepas tangan Rahardian. Dia berjalan menuju sofa. Nanda menyandarkan punggungnya di sofa.

"Daripada repot-repot ke rumah sakit mending papa duduk sini dengarin cerita aku, itu tu sama kek ajang latihan buat aku tau pa, kapan lagi bisa bertarung tanpa body protector" ungkap Nanda menggebu.

Papa menatap Nanda dan berjalan menuju sofa.

Pletak!

Papa memukul kepala Nanda sedikit kuat.

"Aduh!" Keluh Nanda memegang kepala belakangnya dan memandang Rahardian bingung.

"Latihan latihan. Kalau mati gimana?! Main-main aja dari tadi papa liat!"

Nanda mencebik lalu mama dan Andara ikut duduk di sofa sembari menyimak.

"Liat tu anak kamu Vy, entah siapa yang dia ikuti" keluh Rahardian dengan istrinya.

"Dari abanglah siapa lagi!" Jawab Evy dengan sinis.

Rahardian menoleh cepat.

"Kok aku"

"Lah iya, bapaknya aja preman. Inget darah kamu mengalir di dalam dia tu!" Ucap Evy menatap Rahardian malas.

"Heuh...." Dengus Rahardian dan menatap Nanda yang tersenyum senang.

"Senyum kamu!" Sentak Rahardian.

"Lumayan juga gen turunan papa ni, aku bisa handle pertarungan 9 per 10"  ujar Nanda masih tersenyum senang sambil menaik turunkan alisnya .

"Heleh, lawan kamu paling cewek-cewek alay kan" ledek Rahardian dengan senyum mengejek.

Nanda mendelik.

"Yeeeeuuuu, gatau aja yang aku lawan hampir mirip Hulk" jawab Nanda memejam mata pelan.

"Papa tau, dia itu cewek tapi mirip cowok!" Seru Nanda lagi.

"Kek lo dong" timbrung Andara.

"Kepala lo!" Geram Nanda memainkan sikunya yang hendak dilayangkan ke adiknya.

Andara tertawa.

"Hahahaha lagian kalau lo bisa lawan dia kan artinya lo lebih dari Hulk! Hahahahahhaha" ungkap Andara dengan tawa keras.

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang