ketiga puluh

47 26 31
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

"Bertemu tanpa disengaja"

Bak bakat alami, kini kelas Dpib sudah beralih fungsi menjadi penangkaran satwa liar dikelas mereka. Terlihat Arman dan Johanes yang tengah bergelantungan di trali jendela serta mengeluarkan suara-suara nyaring layaknya seekor monyet.

"Uuu aaaa! Uuu aaaa!"

"Aaaaa aaaaaa aaaaa!!!!" Teriak Arman membalas suara Johanes.

Liza yang berada dikursi duduk bertepatan dibawah kaki Arman yang asik bergelayut manja pada trali itu.

"Turun Arman! Gak sopan tau gak!!" Teriak Liza sambil memukul kaki Arman.

"Ih apasih za! Ganggu aja Lo!" Balas Arman menghindari pukulan Liza.

"Ya makanya turun! Lu tau sepatu lu itu bau bangke anjir!!" Geram Liza menarik celana Arman.

"Woi woi!! Jangan tarik celana gue dodol!!" Arman menahan celananya yang melorot serta satu tangan lagi memegang trali.

"Makanya turun!!!!!" Teriak Liza melepas cengkraman nya pada celana Arman.

"Iye iye" balas Arman dengan cemberut.

Namun saat dia baru saja akan menapaki kakinya dimeja Liza, celananya malah tersangkut pada paku yang berada didekat jendela.

Krekkk!!!!

Gdebug!!!

Arman tersungkur kebawah dan menimpa Liza, celananya koyak dengan garis panjang yang mengiringi hingga bagian lutut bagian belakangnya.

"BWAHAHWAHWHAHAHHWHHA!!!!!!" Johanes tertawa diatas trali. Ia tertawa melihat robekan pada celana Arman.

"ARMAN GAK PAKE CELANA PENDEK!! KYAHAHAHAHAHHAHAHAHAH" Johanes tertawa puas kemudian dia melompat.

"Minggir Arman!!!!!!!" Teriak Liza mendorong tubuh Arman yang berada diatasnya.

Arman berdiri dan melihat kebelakang, celananya robek.

"Gara-gara Lo ni za!" Arman menunjuk Liza yang berada didepannya

"Enak aja! Ini tu karna elu cosplay jadi monyet! Makanya jangan betingkah!" Balas Liza dengan garang.

Arman terdiam dan berpaling menuju Johanes, "Wih gimana ni nes!!!" Jerit Arman melipat bagian celana yang sobek.

"Hahahahahah ya mana gue tau hahaha" Johanes masih tertawa.

Teman-teman sekelas mereka pun juga ikut tertawa, apalagi melihat wajah panik Arman yang sangat lucu. Biasanya anak itu tidak peduli tentang apapun tapi ini mengenai harga diri yang koyak akibat kecerobohannya.

"Nes ambilin sarung mesjid dong" rengek Arman menyuruh Johanes.

"Ah! Yakali gue yang ambil! Gue Kristen bodo! Ntar dikira maling sarung!!!" Tolak Johanes.

"Tolong napa anessssssss!!! Lo tega apa liat sempak temen lo keliatan!"

"Gak peduli, gak peduli.. wleee" balas Johanes.

"Ness.... Gitu amat lo Ama gue, gue pikir kita bespren tapi nyatanya nggak ya" sindir Arman menatap Johanes jijik.

Johanes menatap Arman, dia mencebik kemudian melangkah keluar kelas.

"Iya iya! Mengkek kali rupanya!" Kata Johanes pergi meninggalkan kelas.

Ternyata dirinya tidak tega melihat sohibnya malu, ia berlari menuju masjid sekolah.

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang