Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
-puzlle dan rubik-
"Gue yakin para preman kecil itu lagi sok-sokan buat planning buat jatuhin kita" Alfian menghisap cerutunya dengan pelan dan menatap seluruh pasukannya.
Mereka sedang berada di lobi sekolah, segala senjata sudah di kumpulkan dan beberapa junior juga di ikut andilkan demi nama 'sekolah'. Walau itu hanya omong kosong belaka.
Alfian yang sedang duduk menyender di sofa lantas membuang puntung rokok ke sembarang arah.
"Ajak Melinda dari SMA 1, keknya monster kecil gue bakal gabung sama tawuran kita kali ini" ujar Alfian dengan seringainya.
Mereka semua bermuka datar dan mematuhi perintah Alfian.
"Dan jangan lupa jalang di sana" tunjuk Alfian pada seorang gadis yang sudah pingsan.
"Hehehe gue udah gak sabar sama perkelahian nanti!"
.......
Kini seluruh geng dari SMK bersatu. Sebagian sudah membrikade sekolah. Saking gaduhnya suasana tawuran, kampus yang berada di sebelah SMK ikut menutup pagar masuk.
Anak SMA 2 dan SMA 1 masih berada di luar halaman SMK. Suara nyaring motor yang di geber menambah kericuhan yang ada.
"KELUAR LO ARSYA!!!!" teriak anak SMA 2 yang murka.
"Nyariin gue?" Bisik Arsya pada salah satu orang yang berada di barisan paling depan.
Arsya memukul kuat tengkuk cowok itu hingga dia terjatuh dan pingsan.
"Hahaha gimana? Kalian kaget?" Arsya berbalik dan menatap seluruh murid SMA itu.
"Hajar!!!!!" Teriak salah satu dari mereka.
Arsya menghindari serangan yang tertuju padanya.
"Hahahaha begini doang kehebetan bocah SMA??!!!!!" Hardik Arsya melayangkan tendangannya.
Arsya melompat dan menendang beberapa siswa yang langsung jatuh tersungkur. Dengan gesit Arsya segera memasang kuda-kuda setelah menjatuhkan lawannya.
"Boleh juga lo" seru Jamal yang mengacungkan jempol untuk Arsya.
Cowok itu mengacuhkannya dan bersiap dengan serangan yang lainnya.
Para anggota Gigi sudah menyerang beberapa siswa yang memanjat pagar SMK. Mereka menarik siswa itu dan baku hantam jelas tak terelakkan.
Suasana sangat kacau, suara riuh yang menggema membuat para anak kuliahan ikut menonton tawuran tersebut.
Alfi menatap 3 orang dengan luka gores di wajahnya.
"Beneran preman SMA ya om" ucap Alfi memasang kuda-kudanya.
Mereka menyerang secara bersamaan, Alfi melompat dan mundur, tidak pernah terpikir oleh Alfi jika dirinya secara mendadak bisa bela diri. Mereka masih tidak gentar, ketiga orang itu mencoba memberikan tendangan dan pukulan secara bersamaan, melihat itu Alfi langsung berjongkok dan memegang kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
