ketiga puluh lima

54 23 42
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

H-2

Arsya membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan nyaman. Merilekskan tubuhnya, malam ini terasa melelahkan. Setelah mereka mengecek kondisi Fahri dan ajudannya barulah mereka kembali kerumah.

Hari ini rumahnya terasa sunyi karena Karina sibuk kuliah hingga malam dan malam ini dia menginap dirumah temannya, meninggalkan Arsya sendirian dirumah. Arsya berguling kesana kemari menghilangkan rasa bosan yang melanda kemudian ia meraih handphone yang berada diatas nakas. Ia membuka WhatsApp, chat tersebut berisi obrolan grup yang kurang bermutu. Arsya terus men-scroll WhatsApp nya hingga jarinya terhenti disalah satu nama. Nama yang telah membuatnya bertindak sejauh ini.

Gadis itu mengirimi Arsya sebuah chat untuk pertama kalinya, biasanya Arsya yang akan selalu memulai chat tapi sebuah keajaiban gadis itu menghubunginya lebih dahulu. Senyum manis terpancar jelas diwajah Arsya yang saat ini tengah tersenyum sumringah hingga giginya terlihat.

Deila Abdiskara
Arsya....

Setelah membuka chat tersebut Arsya terus tersenyum, jarinya saling beradu. Ia belum membalas pesan itu, hatinya masih berdegup kencang. Hingga chat kedua masuk.

Deila Abdiskara
Kamu punya waktu luang gak besok? Aku mau ketemu, bisa?

Arsya terlonjak dari rebahannya, ia segera mengambil posisi duduk. Matanya membelalak dan kembali membaca ulang chat tersebut.

"Deila ngajak ketemu!!" Seru Arsya pada dirinya.

Arsya alfresa
Besok deila? Bisa banget, pulang sekolah kita ketemu di cafe ruang sederhana ya..

Jari Arsya bergetar hebat saat membalas chat Deila, wajahnya sudah merah padam. Hatinya terlalu mencerna semua ini adalah kebahagiaan. Geraman tertahan semakin menjelaskan bahwa anak itu sudah salting brutal. Siapapun tolong pukul kepala Arsya pake apapun, author geli liatnya.

Deila Abdiskara
Oke sya, sampai ketemu besok ya

Arsya alfresa
Iyaa Deila:)

Arsya melempar handphonenya kesembarang arah kemudian dia jingkrak-jingkrak diatas ranjang, lalu menghempas tubuhnya diranjang empuk itu dan langsung berguling bahagia, dia menendang-nendang angin tak karuan, tawa nya bergema didalam kamar.

"Huaaaaaaaaa.........!!" Teriak Arsya dibalik bantalnya.

"Akhirnya..." Ucap Arsya mengambil posisi terlentang dan menatap langit-langit kamarnya.

Ia meletakkan lengan kirinya diatas dahi, senyum manis itu terpampang indah. Entah kenapa Deila bisa membius Arsya hanya dengan kalimat singkat itu dan lagi Deila tidak menulis kata rayuan, emang aneh Arsya ini.

Arsya menepuk-nepuk ranjang mencari handphonenya yang dia campakkan tadi. Setelah dapat ia kembali membaca isi chat nya dengan Deila tadi. Rasanya seperti mimpi saja.

......

Arsya melangkah sambil bersenandung kecil, dia sudah tiba di sekolah. Hari ini dia tidak telat, Nanda yang juga baru sampai hanya menatap Arsya heran. Tumben anak itu bahagia di pagi hari begini, biasanya mukanya sama kek tembok, datar.

"Woi!" Tegur Nanda menepuk punggung lebar Arsya.

"Huwah!!" Kaget Arsya menyilangkan tangan kedepan dada.

"Ngapa lu?" Tanya Nanda heran, tatapannya menilik dari atas hingga bawah.

"Sehat lu kan? Jangan karna ditinggal bentar sama kak Karina lu jadi sengklek" sambung Nanda.

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang