Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
"sehari sebelum tragedi"
"Lo tenang dulu Al! Gue tau lo emosi gue tau lo lagi marah tapi coba tenang dulu!" Ucap Tama yang berdiri di samping Nanda sambil memegang tangan adiknya.
Napas Alfian naik turun dengan cepat, tangannya terkepal kuat hingga seluruh urat tangannya terlihat.
"Suruh sahabat lo itu balikin Fahri!" Kini Tama ikut bersuara menyuruh Nanda yang sudah memasang wajah tak bersahabat.
"Lo gak mau SMK hancur kan? Lebih baik Lo bilang sama dia buat balikin Fahri!" Kini Tama mulai mendesak.
"Atau Lo beneran mau SMK jadi bulan-bulanan kita?" Alfian melirik Nanda yang di tekan dari dua arah.
"Terserah kalian, gue muak di ancam terus! Dan lo!!" Nanda menunjuk Alfian.
"Lo takut sama Arsya? Kenapa gue harus jadi sanderaan Lo terus Fian! Huh!" Nanda menggigit bibir bawahnya.
"Lo selalu cari celah lemah dari musuh lo! Sekarang lo nyerang gue?? Itu masalah kalian bukan masalah gue!!!" Jerit Nanda menghentak kakinya dan melepas tangan Tama dari dirinya.
"Harga diri lo udah hilang karna Arsya berhasil nyulik Fahri tapi kalian gak nemuin dia? Atau mental lo udah menciut duluan karna kepala geng kalian udah di musnain sama Arsya? Iya?!!!"
Alfian mengetatkan rahangnya.
"Gue salah menilai lo nan" ucap Alfian yang menetralkan amarahnya.
"Gue pikir satu-satunya cara buat berhentiin preman kecil lo itu adalah diri lo! Tapi gue salah. Ternyata lo gak berdampak apa-apa bagi dia ya?" Kini Alfian yang mulai memantik emosi Nanda.
"Maksud lo apa?!"
Alfian merotasikan mata jengah dan memandang Nanda.
"Lo gak sadar? Cewek sialan yang dia lindungi mati-matian itu bahkan lebih berharga dari diri lo Nanda. Bukannya lo sahabat dia? Atau lo doang yang anggep mereka sahabat?"
Deg.
Nanda bergeming. Perkataan Alfian menampar hati kecilnya. Ungkapan yang sangat dia benci.
"Nan! Cukup bilang sama Arsya buat balikin Fahri apa susahnya sih?!" Tama mencoba menyadarkan Nanda yang masih terdiam.
"Lo gak istimewa nan! Makanya itu lo nolak permintaan gue karna sadar Arsya gak akan dengerin omongan lo kan?"
Nanda membasahi bibirnya dan meneguk ludah dengan susah payah.
"Cewek sialan itu biang keroknya. Atau gue ganti plan aja? Gue tinggal suruh cewek itu bilang sama preman kecil lo buat balikin Fahri, pasti preman kecil lo langsung nurut" ungkap Alfian dengan percaya diri dan menyeringai mengejek Nanda.
Nanda mengepalkan tangannya. Dia menggigit bibir dalamnya kuat dan menatap tajam Alfian.
"Bajingan" lirih Nanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
