kelima belas

82 54 36
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

"Gua kagak mau temenan sama lu"

Nanda menyisir koridor tanpa kembali menatap Alfi yang menampilkan tampang melas. Disebelahnya ada Arsya yang setia mendampingi Alfi kemudian ia menepuk pelan pundak kiri Alfi.

"Ya.. anggap aja lagi seleksi TNI fi, ya kalau gak lulus ya paling di tolak, hehe" ucap Arsya tersenyum tanpa ekspresi.

Arsya pun menyusul Nanda yang sudah berada diujung lorong koridor, sedangkan Alfi terpaku sebentar meratapi nasib didepan bengkel multimedia sambil menatap kedua punggung sahabatnya, namun disisi lain benaknya berkata.

'gak temenan berarti hubungan gua sama pacar gua aman dong, bisa ngedate tiap hari, bisa pamer kemesraan kesana kemari, bisa happy-happy tanpa takut di gep Nanda, wuahhh'

Seketika wajah Alfi sumringah, ia melambaikan tangan keatas memberi salam terakhir.

"Oke bay!" Balas Alfi menampar angin dan masuk kedalam ruangan dengan gaya songong.

Nanda yang melirik sekilas kearah Alfi hanya bisa menahan geraman ketika melihat tingkah pongah sahabat nya itu, seketika niat ingin merecoki hubungan Alfi terlintas di kepalanya, seuntai senyum menyeringai bak kuda terpampang jelas diwajahnya.

Sedangkan Arsya yang saat ini tengah memperhatikan gadis berperawakan pria itu hanya bisa bergidik ngeri, bayangkan saja saat ini posisinya benar-benar terpojok, dilain sisi dia mendukung Alfi dilain sisi lagi dia mendukung Nanda, memang tidak berpendirian.

"Sya!"

"A-ah iya kenapa?" Tanya Arsya tergagap.

"Gua punya ide, gimana ntar pulang sekolah kita ga-"

Ucapan Nanda terhenti ketika dia berbalik hendak menatap Arsya namun yang dilihat adalah mantan kekasih nya sudah berada dihadapannya sedangkan Arsya entah sejak kapan sudah nyungsep dekat drainase.

"A-arsya!" Ucap Nanda tertahan.

Alisnya bertukik tajam, tidak ada keramahan diwajahnya hanya ada rasa marah, Nanda mengepalkan tangan hingga kuku nya memutih.

"Apasih mau Lu?!" Sentak Nanda yang masih sensi dengan mantannya a.k.a Gigi vursyanah.

"Mau Lu yang apa!" Balas Gigi tak kalah sangar.

Arsya membersihkan kotoran dari celananya sambil memandangi dua sejoli itu, dengan muka cengo dia terus mengusap celananya.

"Kenapa Lo bohongi gua?" Tanya Gigi menatap lekat Nanda.

"Bohongi apa?"

Gigi mendengus dan memutar mata jengah.

"Gila Lo, masih pagi juga udah bikin rusuh aja!" Ketus Nanda menghampiri Arsya kemudian membantu membersihkan kotoran di celana sahabatnya itu.

"Lu gapapa nyet?" Ujar Nanda.

"Gapapa"

Sekali lagi Gigi mendengus sambil tertawa renyah.

"Lo jangan pura-pura bodoh deh nan!"

"Lo nipu gua, Lo nyuruh gua anter temen Lo, terus Lo malah berangkat sama ni bocah tengik!" Geram Gigi menatap Nanda penuh emosi kemudian menunjuk Arsya kasar.

Arsya membulatkan matanya dan beralih menatap Nanda.
Gadis itu tidak takut dan mendecih melirik sinis Gigi dari atas sampai bawah.

"Sadar woii! Gua gak minta lu buat jemput gua, elu nya aja yang pede banget gua bakal mau sama lu lagi, nggak ya! Najes! Hih! Ayo sya!!" Nanda menarik Arsya dari koridor meninggalkan Gigi yang kembali emosi.

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang