ketiga puluh delapan

56 20 21
                                        

Jangan lupa vote dan komen.

Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___

-genderang perang-

Nanda memasuki halaman SMK dengan gusar.

"Gimana caranya gue jelasin ini ke Arsya?" Lirih Nanda. Dia menatap pos yang masih kosong.

"Bang Mandala kemana ya? Ni sekolah juga kok tenang amat? Biasanya pada berisik geber-geber motornya" Nanda menatap sekeliling dengan heran.

Gadis itu menggeleng pelan, dia teringat ucapan Alfian kemarin. Apa cowok itu benar-benar nekat kali ini?

Nanda berjalan menuju koridor. Hanya ada beberapa siswa siswi yang berlalu lalang, anak teknik permesinan yang biasanya duduk di tangga dekat perpustakaan pun tidak ada. Keningnya berkerut bertanya-tanya.

"Gue gak berharap apapun dari ni sekolah, tapi kalau Alfian beneran nabuh genderang perang gimana?" Monolog Nanda menaiki tangga pembatas menuju kelasnya.

Dia berdiri di depan pintu kelas hanya ada beberapa orang di dalam kelas dan isinya hanya cewek-cewek.

Nanda mengeluarkan handphonenya, memeriksa segala notifikasi soalnya dia tidak ada memegang handphone kemarin.

Alfian s.
Gue udah nyuruh Lo secara baik-baik tapi lo malah bikin gue muak sama lo nan, sekarang Lo liat sekolah tercinta lo bakal hancur!

Pupil Nanda membesar, napasnya sedikit tercekat lalu matanya mulai mencari-cari keberadaan Arsya.

"A-arsya mana?" Suara Nanda tercekat hingga suaranya sedikit parau.

"Apa nan?" Tanya Bunga yang kebetulan duduk di dekat pintu.

"Bung, lo ada liat Arsya?" Nanda meletakkan kedua tangannya di atas meja Bunga.

"Ha? Hmmmm gak ada... Tapi tasnya itu ada" balas Bunga menunjuk tas Arsya. Nanda berjalan menuju kursinya dan meletakkan tasnya. Dia menatap sebentar tas Arsya kemudian Nanda hendak berjalan keluar kelas.


"Mau kemana nan?" Tanya Bunga.

N

anda mengabaikan pertanyaan Bunga dan balik bertanya.

"Cowok-cowok pada kemana? Sekolah kita kenapa sepi banget? Ada event kah sampe gue gak tau?" Semua mata memandang Nanda. Mereka melipat bibir dalam-dalam.

"Lo semua tau kan?" Nanda menatap teman-temannya satu per satu.

Nanda menatap Veni namun gadis itu mengalihkan atensinya dari Nanda. Enggan memandang Nanda seolah menyembunyikan sesuatu.

"Wooooooohhhhh kalian lagi rahasia-rahasian sama gue yaaaa.... Ven... Adam mana? Ini kelas udah mau mulai kok pada gak balik?" Tanya Nanda, Veni masih diam seribu bahasa.

"Bil? Yen? Ra? Woi, flo? Tika? Pada kenapa sih?! Au ah! Mending gue cari" Nanda hendak berjalan keluar.

"TUTUP SEMUA KELAS!"

Nanda terkejut mendengar suara nyaring itu, dia berlari dengan kuat tapi kalah cepat, pintu kelas sudah di kunci dari luar.

.......

Improvements Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang