Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
"Semuanya semakin jelas"
"ARSYA!!!!!" teriak Nanda mengejar sahabat jangkungnya itu.
Ia berlari menyusul Arsya yang tetap berjalan tanpa memedulikan Nanda yang terus berteriak.
"STOP SYA!" bentak Nanda.
Seluruh murid yang berada dilorong kelas yang sama dengan Nanda langsung menatap kedua insan itu dengan bertanya-tanya.
"Kenapa tu?"
"Kdrt lagi kah?"
"Apaan tu?"
Nanda menatap Arsya penuh harap, cowok itu tidak boleh salah jalan. Kini ia paham, sebagai sesama wanita dia paham apa yang diderita oleh Deila.
"Sya, plis Lo jangan gini... Gue gak masalah Lo nyembunyiin apapun dari gue! Tapi untuk kali ini.....!!" Nafas Nanda tersengal.
"Kali ini sya,.... Gue cuma pengen Lo ceritain semuanya sama gue..." Lirih Nanda berharap Arsya berbalik menatapnya namun nihil cowok itu tetap berjalan memasuki kelas.
Dengan langkah tergesa Nanda memasuki kelas, ia menatap seluruh temannya yang sudah menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Nan.." panggil Veni pelan.
Nanda melirik Veni sekilas dan duduk dikursinya, Arsya tidak duduk disebelahnya, ia memilih duduk dikursi paling belakang, Nanda menoleh kebelakang menatap Arsya yang menyembunyikan wajahnya dibalik lengannya.
"Huft..." Nanda menghela napas pelan.
........
Mereka semua sudah berkumpul didalam ruangan tak terpakai dibelakang bengkel jurusan listrik.
Arsya dan Alfi sudah menyiapkan rombongan untuk menyekap anak kepsek SMA 2, rencana mereka sudah dipikirkan matang-matang oleh Arsya. Mereka tidak mengambil jalan tikus (tawuran) tapi sebuah jebakan, jebakan yang bisa melengserkan kepsek serta anaknya.
"Gue punya peta SMA 2" ujar Arsya mengimbuh seluruh anggotanya.
"Peta?" Tanya Fajar yang menatap Arsya heran.
Arsya mengeluarkan sebuah kertas lusuh dari kantong celananya, sekarang mereka berada dikelas ujung TKR yang berada diantara kelas TP dan masjid.
"Huh?"
Arsya membuka kertas tersebut, disana sudah tergambar sebuah bangunan SMA 2 yang sama persis dan juga ada sebuah jalan tikus yang dapat mereka lalui tanpa diketahui oleh satpam.
"Lo dapet darimana?" Tanya Gery yang mengambil alih peta tersebut.
"Dari Nanda" balas Arsya singkat.
"Temen lu itu?" Tanyanya lagi.
Arsya menatap Gery datar, matanya berkilat marah.
"Ada yang salah?"
"Udah lu diem!" Lerai Alfi mendorong tubuh Gery pelan menjauhkan cowok itu dari singa yang siap menerkam nya. Gery berdecak kesal dan bergabung dibarisan belakang bersama yang lain.
"Jadi apa rencana Lo?" Kini Alfi bertanya.
"Kita gak perlu koar-koar kek orang gila disana" ucap Arsya.
"Gue cuma pengen ngehancurin hidup anak sama bapak itu" jelas Arsya dengan emosi.
"Kita sekap anaknya" lanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
