Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,___
Alfi kembali ke sekolah di sana sudah ada Regas, Remi, Fajar, Joko, Aldo dan Gery yang menunggu Arsya dan Alfi.
"Loh kok lo sendiri fi?" Tanya Joko.
Gery memperhatikan gelagat Alfi yang tampak tak mau diganggu. Gery menahan Joko yang ingin menghampiri Alfi. Joko menatap Gery dan bertanya dengan alis bertaut.
"Kenapa?" Bisik Joko balik menatap Gery bingung.
"Jangan ganggu dia dulu" balas Gery melirik Alfi yang terus berjalan.
"Mereka habis berantem ya?" Tebak Fajar membuat Gery mengangguk.
"Liat aja tu bibirnya sobek, pasti habis dipukul Arsya dia" ucap Gery.
"Apalagi masalahnya? Apa jangan-jangan Alfi yang nyembunyiin Fahri makanya Arsya ngamuk???" Regas ikut menimbrung.
"Gila lo!" Hardik Gery mendelik dan berbalik meninggalkan mereka semua.
"Lah udah gitu aja nih? Kita balik kanan bubar jalan gitu? Iya gitu!?" Tanya Regas dengan nada tinggi.
"Minimal bubar dulu, pak Eldisyam lagi mantau dari dalam kantor tuh!" Ujar Gery membuat mereka menoleh ke jendela kantor dan melihat pak Eldisyam mengintip dari balik tirai.
"Yeuuuu udah tua make acara ngintip-ngintip!" Sinis Regas mengikuti Gery begitupun yang lain.
.......
Suasana kelas mulai kembali normal sejak Arsya pergi dari kelas. Nanda juga sudah mulai tenang. Di sebelah Nanda sudah ada Anwar yang menggantikan posisi Veni, dia sibuk dengan handphonenya sedangkan Nanda asik melamun sembari menangkup pipinya.
"Bentar lagi kan ujian nih gimana kalau kita kerjasama nes?" Arman tengah berdiskusi dengan Johanes, mendengar itu Johanes menatap Arman tak yakin.
"Heleh kerjasama sama lo percuma aja, gak bisa bikin gue jadi juara kelas" celetuk Johanes meremehkan.
"Dih kek lo bisa juara aja, setidaknya ni ya kita bisa mempertahankan peringkat kita" dumel Arman tak terima.
"Yaelah tetap aja peringkat gue masih di bawah, ah udah deh gak usah mengajak gue ke dalam hal yang gak baik" jelas Johanes.
"Tumben lo bener nes" imbuh Anwar menoleh pada dua insan itu.
"Lo gak tau aja war, gue ini suci sesuci air jernih" ungkap Johanes.
"Suci apanya, lo aja masih suka ngibulin pendeta lo biar gak pergi gereja!" Seru Arman dengan lantang.
"Mana ada gue kibulin pendeta gue! Jangan fitnes deh lo"
"Lah iya, Minggu kemaren lo gak gereja kan demi nengokin cewek yang lo suka" ujar Arman.
"Nggak ya Arman, jangan buat cerita yang gak bener lah, bikin reputasi gue rusak aja lo" dengus Johanes.
Anwar terkikik mendengar pertengkaran itu dan beralih menatap Nanda yang tidak merespon sama sekali.
"Udahlah nan" ucap Anwar.
"Arsya gak sengaja ngomong gitu jangan dipikirin" lanjutnya.
Nanda menghela napas dan melirik Anwar yang memandangnya dengan senyum Pepsodent.
"Cih! Gak usah sok ngehibur gue!" Decih Nanda tak suka.
Anwar menggaruk kepalanya serba salah. Nanda kembali melamun dengan wajah yang super duper kusut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Fiksi Remaja>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
