Jangan lupa vote dan komen.
Happy reading💜
_________,,,,_______,,,,____
Arsya tidak menanggapi Nanda yang sudah terlewat kemalasannya, bahkan Nanda benar-benar tidak menyentuh kertas gambarnya, gadis itu memang ratu pemalas, Arsya bingung bagaimana dia menasehati gadis yang lebih tua tiga bulan dari dirinya itu.
Setelah Arsya menolong Ira membuat tampak belakang tak selang berapa lama pak Retno pun datang dengan membawa penggaris segitiga.
"Sudah selesai??" suara pak retno mengembalikan alam imajinasi seluruh muridnya kealam nyata.
"Belum pak!" jawab mereka kompak.
Pak retno menepuk jidatnya kemudian bapak berjanggut putih itu hanya bisa menghela napas.
"Kenapa gak selesai? Udah 2 jam belum juga siap?? Ngapain aja kalian dari tadi? Main hape? Ck! Ya sudah senin depan semua gambar tampak harus sudah selesai kalau belum selesai juga jangan masuk dijam pelajaran saya!" tegas pak retno membuat muridnya hanya bisa mengangguk pasrah.
"Nanda kamu pasti gak ngerjain kan?" tebak pak retno yang sudah berada didepan meja Nanda.
Nanda menatap pak retno santuy, kemudian mengangkat jempolnya.
"Beruntung banget saya punya guru macem bapak,, sangat mengerti muridnya" ujar Nanda masih mengacungkan jempolnya.
Pak retno mendengus dan menatap Arsya yang kebetulan melihat perselisihan antara pak retno dan Nanda, bukan hanya itu Arsya bahkan terkikik geli ketika melihat aksi konyol Nanda.
"Kamu gak risih sebangku sama Nanda, Sya??" tanya pak retno, tidak heran pak retno bertanya seperti itu karena sifat menyebalkan Nanda juga sudah mendarah daging jadi siapapun yang berada didekatnya pasti akan merasakan hal yang sama seperti pak retno, tapi lain dengan Arsya dia tampak sabar dengan Nanda yang notabene-nya sahabat Arsya itu.
"Gak kok pak, saya malah seneng dekat dia" sahut Nanda menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan pada Arsya.
"Saya gak nanya kamu!" kata pak retno ketus. "Risih gak sih Sya?" pak retno kembali bertanya.
Arsya terkekeh, "hehe ya risih juga sih pak, tapi kan saya jarang-jarang dapat temen se-absurd Nanda" ucap Arsya membuat pak Retno tersenyum.
"Makasih ya atas pujiannya" ceplos Nanda.
"Sama-sama" jawab Arsya.
Pak Retno tersenyum jenaka berhasil menjahili Nanda yang sudah mecebikkan bibirnya karna kesal. Kemudian dengan rasa gembira Pak Retno berjalan keluar dari kelas karena sekarang waktunya untuk istirahat. Semua murid kelas X TGB sudah berhambur menuju kantin.
"Lo Bawa bekal?" tanya Arsya kepada Nanda.
Nanda mengangguk dan mengeluarkan kotak bekalnya dari bawah laci meja, kemudian Arsya juga mengeluarkan bekalnya.
"Apa bekal lo?" tanya Arsya yang sedang membuka bekal nya.
"Hmm ayam" jawab Nanda.
"Wahh enak banget," antusias Arsya membuat semangat makan Nanda menurun, cowok satu itu kalau soal makanan selalu cepat.
"Mau?" tanya Nanda.
Dengan mata berbinar Arsya mengangguk. Setelah membagi ayam tadi, akhirnya mereka makan dengan khidmat.
"Nanda~!!"
Suara teriakan itu membuat Nanda tersedak, entah makhluk jenis apa yang berteriak seperti kelelawar disiang bolong.
"Apa sih sat!?" ketus Nanda jengkel, ternyata yang memanggil dia adalah arman.
"Kamu jangan galak-galak dong!" bukannya menjawab pertanyaan Nanda, lelaki konyol itu malah berkata sok imut.
"Diam lo! Brisik tau gak!" ketus Nanda melanjutkan makannya.
"Sok cantik lo!" ucapnya namun diacuhkan oleh Nanda.
"Bodo amat!" jawab Nanda dan Arsya bersamaan.
Arman pun langsung pergi dari hadapan Nanda.
"Wihh rajin bener kalian berdua bawa bekal!"
Nanda menghela napas, baru saja satu orang diusir sekarang datang lagi. Arsya yang melihat reaksi Nanda hanya memilih melanjutkan makannya.
"Mau dong Nan, aaa~" Adam membuka mulutnya meminta agar disuapi oleh Nanda.
"Jangan ganggu bisa gak dam?" tanya Nanda tanpa menatap Adam.
"Is gitu banget sih lo" sambungnya kemudian pergi.
Selesai makan Nanda dan Arsya duduk diteras depan kelas untuk mencari angin. Banyak hal yang mereka ceritakan dari pak retno yang memiliki dendam terpendam pada Nanda tapi itu hanya argumen milik Nanda kalau menurut Arsya pak retno orangnya baik.
"Lo belum tau aja pak retno gimana, kalau lo udah kena sama dia baru tau lo!" ucap Nanda menatap datar Arsya karena sedari tadi cowok itu selalu membela pak retno.
"Pak retno itu baik, lo karena udah sering kena Mop sama dia makanya lo jengkel. Makanya kalau disuruh buat tugas ya dibuat, ini malah nulis cerita mulu keuntungannya apa coba? Gak ada kan? Lagian cerita wattpad lu bisa buat nilai lo jadi bagus? engga kan? Jadi, jangan salahin pak retno" ucap Arsya panjang lebar menasehati Nanda.
Tapi, Nanda tetaplah Nanda jadi nasehat Orang pun tidak akan pernah diterima dia kalau memang tidak disukainya.
"Heleh, dasar anak pak retno! Udah deh dari pada kita ribut kek gini mending kekantin aja, kuy! Gue mau beli eskrim sekalian mengembalikan mood gue yang udah lo jatohin tadi!"
Nanda berdiri dan diikuti oleh Arsya, selama berjalan kekantin Arsya dan Nanda hanya diam.
"Ibu!! Eskrim yang ini berapaan? Aing mau beli" teriak Nanda saat
Memasuki kantin yang ramai itu.
"Hust! Gak usah teriak kali buat malu aja" ucap Arsya berbisik.
Nanda merotasikan matanya jengah, kemudian mengambil asal eskrim dan berjalan menuju ibu kantin tersebut.
"Berapa bu?" tanya Nanda menunjuk dua eskrim.
"Yang ini 3 ribu satu, dua 6 ribu" jawabnya.
Nanda merogoh sakunya dan memberikan uang 10 ribu.
"Lo kaga beli?" tanya Nanda kepada Arsya yang hanya diam saja.
"Kaga" jawabnya.
"Nanda ini kembaliannya"
"Udah gak usah bu, ini aku ambil satu lagi eskrimnya, 4 ribu satu kan?" tanya Nanda.
"Oh iya, makasih ya"
"Yo!"
Nanda memberikan eskrim yang dibelinya tadi kepada Arsya, tapi Arsya berbasa-basi dan pura-pura tidak mau. Nanda mengedikkan bahunya.
"Ya udah kalau kaga mau" ucap Nanda.
"Iya makan aja sama lo" jawab Arsya tidak bersemangat.
Nanda menarik tangan Arsya dan meletakkan eskrim tadi.
"Gak usah sok jual mahal lo" kata Nanda greget kepada Arsya.
"Makasih" kata Arsya.
Tbc....
KAMU SEDANG MEMBACA
Improvements
Teen Fiction>>>SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN @Smk_arsitek TERLEBIH DAHULU<<< Jangan lupa vomment dan masukin kedalam perpustakaan pribadi kalian!!! Awal mula perjalanan Nanda masuk sekolah menengah adalah mendapatkan sekolah yang nyaman dan memiliki akreditasi y...
