BAB 20|SI MANJA

45.5K 4.6K 853
                                        

MAKAN TERI PAKE KETUPAT, GAK TAU MALES MIKIR.

CALL ME RARA.

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN, YANG GAK KASIH VOTE TIDUR SAMA POCI.

MAAF KALAU ADA YANG TYPO.

Qilla baru saja kembali dari dapur dengan nampan ditangannya yang berisi segelas susu coklat, sepiring nasi beserta lauknya, dan jangan lupa diatas nampan juga terdapat dua buah susu kotak rasa coklat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Qilla baru saja kembali dari dapur dengan nampan ditangannya yang berisi segelas susu coklat, sepiring nasi beserta lauknya, dan jangan lupa diatas nampan juga terdapat dua buah susu kotak rasa coklat. Melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar pemandagan pertama yang dilihat adalah Zafa yang sedang duduk di sofa dengan tangan yang sibuk dengan ponselnya.

"Illa mauuu." Qilla yang baru saja ingin berdiri dari duduknya dikagetkan dengan rengekan Zafa.

"Hah? Mau apa?" balas Qilla, sekarang pikirannya sedang melayang kemana-mana.

"Mauu, ituu boleh ya?" rengek Zafa sekali lagi, membuat Qilla harus memutar otaknya itu? Itu apa? Dirinya harus selalu berfikir positif pikirannya tidak boleh melayang kemana-mana.

"Iya, itu apa? Kalau ngomong yang benarr!!" balas Qilla dengan nada sedikit kesal.

Bukannya menjawab pertanyaan Qilla, Dirinya mengambil bantal yang berada disebelahnya, dan menutupkan bantal tersebut keseluruh permukaan wajahnya.

"Hiks bundaa," suara isak tangis terdengar dari balik bantal tersebut, membuat Qilla memelototkan matanay kaget, Zafa nangis? Seriusan?. Qilla melangkahkan kakinya mendekat kearah ranjang.

"Lahh, kok nangis? Sabar Qilla bayi bagong lu lagi kumat," gumam Qilla mengusap dada.

"Udah jangan nangis, emang gak malu? Udah gede juga. Mau apa? Itu apa? Jangan bikin aku bingung deh." ucap Qilla duduk ditepi ranjang.

"Buka dulu bantalnya, mau apa hm? Susu coklat?" Qilla berusaha menarik bantal yang menutupi wajah Zafa.

Terlihat angukan dibalik bantal yang menutupi wajah Zafa, tak lama dari itu Zafa mengambil bantal yang berada diwajahnya, "Illaa susu coklatt," ucapnya pelan namun masih dapat didengar oleh Qilla.

Qilla menoleh, seketika kedua bola matanya membulat secara sempurna saat melihat wajah Zafa yang sudah bersimbah air mata, bukannya merasa kasihan namun sebaliknya Qilla merasa Zafa terlihat sangat mengemaskan.

"Gemes bangett sii, suamii akuu." kata Qilla, tanggannya mengusap pipi Zafa yang penuh dengan air mata.

"Kalo mau susu coklat kan bisa ambil sendiri didapur, kenapa harus nangis." ucap Qilla.

"Maluu." balas Zafa mengerucutkan bibirnya lucu.

"Aku buatin susu coklat tapi ada syaratnya." balas Qilla tersenyum jahil.

AZAFATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang