[17] Perkara Ngidam

130K 10.2K 445
                                        

.
.
.
🚫TANDAI TYPO🚫
...

-Happy Reading-🌻🌻🌻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Happy Reading-
🌻🌻🌻

Gisha sama sekali tidak ada maksud untuk menguping tadi. Saat itu, dirinya kebelet pipis dan akhirnya meminta ijin pada guru pengajar untuk ke toilet sebentar. Namun, saat diperjalanan menuju toilet, samar-samar Gisha mendengar obrolan seseorang. Dan saat berbelok, gadis itu terpaku melihat El yang tengah mengobrol dengan seorang siswi.

Ingin pergi, tapi sialnya ia penasaran dengan topik yang mereka bicarakan. Jadi dirinya malah diam saja seraya menatap kedua orang itu. Tak khawatir jika akan kepergok, karena memang Gisha tidak terpikir ke sana.

Dan naas, El menyadari kehadirannya. Tentu Gisha yang menyadari itu, spontan bersembunyi dibalik tembok. Malu.

Gadis itu berusaha menormalkan deru nafasnya yang sedikit tercekat tadi. "Ketahuan gak ya?" Tanyanya pada diri sendiri.

Gisha takut El akan kesini dan memarahinya karena telah menguping. Mau bagaimana pun, menguping adalah perilaku yang sangat tidak sopan.

"Gimana dong? Balik kelas lagi aja kali ya?"

Kepala Gisha mengangguk. Memang lebih baik seperti itu.

Baru saja akan berjalan pergi, tapi seseorang dibelakangnya malah menariknya kembali hingga tubuhnya bersandar pada dinding.

Tubuh Gisha menegang. Matanya bergerak gelisah dan juga keringat yang mulai mengalir.

"Nguping hm?"

Tertunduk seraya menggigit bibirnya gugup, Gisha tak berani menatap manik El sekarang.

"Ga-Gak sengaja." Balasnya pelan.

El semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Gisha. Satu tangannya mengukung tubuh Gisha agar gadis itu tidak kabur.

"Oh ya?"

Gisha mengangguk takut.

El mengusap kepala gadis itu pelan, namun baru saja sekali usapan, Gisha sudah menepis tangannya kasar.

"Jangan sentuh-sentuh!" Seru Gisha.

El berdecak. Meski sedang ketakutan, gadis ini masih berani padanya. "Kenapa gak boleh gue nyentuh lo? Lo kan pacar gue." Ujarnya dengan nada rendah.

Gisha memberanikan diri untuk mendongak, namun baru beberapa detik, gadis itu kembali mengalihkan pandangannya. Lebih memilih menatap dada berbalut seragam cowok itu.

GALAKSA [End/Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang