"Gue udah bilang, gue gak mau jadi pacar lo Galak!!" Pekik Gisha menolak tegas.
"Gue gak peduli. Intinya, lo pacar gue! Dan lagi, Siapa yang lo maksud Galak?" Tanya El tak mengerti.
"Elo lah! Nama lo kan Galaksa!"
El sontak berdecih kesal. "Anj-"
"A...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-Happy Reading- 🌻🌻🌻
Jam sudah menunjukkan pukul 7. Itu artinya, waktu acara dimulai semakin dekat.
Semuanya terlihat sudah tertata rapi. Semua orang diberi arahan untuk setiap tugas mereka. Termasuk Gisha. Gadis itu ditugaskan menjaga buku tamu. Paham tidak?
Jadi Gisha yang akan menjaga didekat pintu masuk. Memastikan para tamu menandatangan pada buku tamu tersebut.
Paham gak? Kalo diaku gtu soalnya:-D
El? Cowok itu sepertinya tidak punya tugas. Ia hanya mengikuti Gisha kemanapun Gisha pergi.
Pertama-tama, Gisha tidak akan langsung berada di meja tempat tanda tangan. Gisha akan ikut mengantar pengantin wanita menuju tempat akad. Itu sih yang Gisha tadi, karena tadi sempat diberikan arahan.
Seserahan pernikahan akan datang sekitar pukul setengah 8. Diikuti beberapa acara pembukaan, hingga sekitar jam 9, barulah akad dilaksanakan.
"Tegang banget gue." Ucap Gisha.
El yang berada disamping Gisha hanya terdiam. Tau El sedang apa? Cowok itu sedang enak-enaknya menikmati anggur yang tadi disuguhkan khusus untuknya dan Gisha. Bukan hanya anggur, beberapa buah dan camilan lainnya juga ada.
Gadis itu berdecak. Mendadak kesal karena El tidak memberikan respon sama sekali.
"Masih pagi malah makan anggur. Gue yakin Lo belum makan, sakit perut tau rasa lo!" Ucap Gisha dengan nada kesalnya.
El masih fokus. Entah perasaan El saja atau memang benar, tapi anggur disini benar-benar enak. Padahal, biasanya jika dirumah, El tidak begitu sering memakan anggur. Tapi sekarang, anggur ini seperti buah terenak yang pernah El makan.
"Ck, tau ah nyebelin!"
Mendengar nada bicara Gisha, El langsung menghentikan kegiatannya. Setelah mengelap bibirnya dengan tisu, El menyampingkan duduknya, agar lebih leluasa menatap Gisha.
"Kenapa sih?" Tanya El.
Gisha memutar matanya jengah. "Tau!"
Cowok itu terkikik kecil. "Ngambekan terus lo. Pms ya?" Tebak El.
Pms? Tidak, Gisha tidak pms. Memang sikapnya dari dulu seperti ini bukan?
"Kesana yu." Ajak Gisha.
El mengikuti arah yang Gisha maksudkan. "Ngapain? Nanti lo diliatin lagi."
Gisha mendengus. Siapa yang liatin coba? Ya paling beberapa pager ayu lainnya. Gisha sudah menyadarinya saat masih di make up tadi. Ada dua orang gadis yang terus menatapnya. Entah karena apa, tapi sepertinya mereka penasaran padanya.