Selamat membaca
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tenang dan fokus, tidak ada pembicaraan hanya terdengar jelas suara mesin mobil sedan dan suara samar bising lalu lintas di jalan sebagai latar belakang. Di kursi penumpang belakang ada Chae tertidur nyenyak dan lelap sedangkan Rose hanya menatap jalanan dari balik jendela mobil duduk di kursi depan samping Seungri yang fokus menyetir dengan tenang.
Perjalanan cukup panjang hingga tak terasa sudah dua jam berlalu namun belum ada tanda-tanda sampai ke tempat tujuan.
"Kita mau kemana, abojie?" tanpa menoleh Rose membuka suara menepis keheningan antara anak dan ayah.
Seungri menjawab dengan lancar. "Ke tempat kalian akan tinggal bukan seperti tempat tadi, ini sedikit berbeda."
"Oh, oke." balas Rose singkat tanpa minat bertanya lebih namun ada sedikit penasaran. Seperti apa tempat yang dimaksud Seungri.
Jarak tujuan yang cukup jauh, mungkin lebih dari seratus kilometer dari kota Seoul ke daerah Pyeongchang. Tempat yang akan Rose dan adiknya tinggal. Saat sebelumnya Seungri meminta tolong ke banyak teman atau kenalannya dan keberuntungan berpihak padanya. Salah satu teman masa sekolah bersedia menjaga anak-anaknya secara sukarela dan tanpa pamrih sebagai tanda balas budi kepada Seungri yang telah menolong saat keadaan sulit tempo dulu.
Setelah perjalanan yang memakan waktu beberapa jam, mobil sedan perlahan melaju memasuki area pedesaan. Suasana yang masih asri, model rumah tradisional dan luasnya perkebunan mulai dari sayuran hingga buah-buahan. Terlihat mudah untuk mencari makan karena tinggal pilih dan petik saja. Itu yang dipikirkan Rose, dengan mata berbinar dan menempelkan wajahnya di jendela mobil melihat luas perkebunan.
Mobil akhirnya berhenti total dan semua orang di dalam turun. Menginjakkan kaki di tanah, tempat baru pertama kali disinggah. Melangkah mendekati rumah sederhana. Seungri mengetuk pintu beberapa kali dan saat pintu terbuka menampilkan wanita dewasa yang cantik.
Seungri tersenyum ramah. "Anyeonghaseo, nuna. saya Seungri." memperkenalkan diri dengan sopan, sedikit membungkukkan badan.
"Anyeonghaseo, sa-" belum selesai wanita ini berbicara seorang pria berjalan menghampirinya dari belakanh dan memotong pembicaraan.
"Siapa yeobo?" Bertanya lembut tanpa menjawab wanita tersebut membuka pintu lebih lebar hingga terlihat jelas siapa tamu yang datang.
Mata pria tersebut berbinar dan tersenyum. "Oh, Seungri! silakan masuk." Sambutnya dengan ramah. "Ayo, duduk terlebih dahulu," menuntun Seungri dan anak-anaknya ke ruang ruang tamu. Membiarkan mereka duduk di sofa.
"Yeobo, kenalkan dia Seungri yang kita bicarakan tadi siang dan Seungri kenalkan ini istriku namanya Minzy---" pria tersebut bernama Daesung, teman masa sekolah Seungri memperkenalkan sosok Seungri kepada istrinya. "---dan kalian pasti Chaeyoung dan Chaeryeong." Dengan sengaja tangannya mencubit lembut kedua pipi chubby Rose.
Minzy mengangguk kecil. "Salam kenal, Seungri. Saya buat minum." Mengumumkan dan berjalan menjauh daru ruang tamu menuju dapur.
"Kalian bisa ke ruang tengah di sana ada Lily, anak ajjushi sedang menonton kartun di televisi," saran Daesung kepada Rose dan Chae sambil menunjuk ke arah ruang tengah, sejenak mempertimbangkan lalu kakak beradik ini beranjak dari sofa dan melangkah kecil menuju ruang tengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only ME
Fanfiction... Sebuah cerita sederhana ... Menerima dengan keikhlasan hati walau sulit atau berpura-pura seakan tidak pernah terjadi walau menyesakkan di hati atau mungkin dengan kepergian semua akan selesai. Note : Tolong perhatikan! tempat dan nama karakter...
