83 - balerina kapucina

12 1 0
                                        

Semuanya terkejut, terkesiap, lagi. KaJo, Ka Chris, Peter, Yion, Joshua, dan semua laki-laki disana berdiri mendadak, termasuk Nicko, terutama Nicko.









Nicko maju beberapa langkah, rahangnya menegas, tampak di wajahnya dia marah. "Masih punya muka lo muncul disini anjing!"














Semuanya terdiam, kali ini semua berdiri. Vraka berdiri dari arah tempat dimana Jevan dan Gama muncul, jadinya lebih dekat dengan tempat dimana Kenneth, Leah, dan yang lain duduk.













Nicko jalan mendekat, diikuti Peter dan yang lainnya di belakangnya. Kenneth dan tiga lelaki tadi berdiri lalu menarik meja besar di hadapannya ke tepi. Seusai itu dia menarik Leah dan Della berdiri di belakangnya, melihat Vraka cukup dekat dengan mereka.












Angel berpindah mendekat ke Vraka tiba-tiba, mencoba menyelamatkan dirinya.








Vraka hanya menatap mereka semua dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Tidak, ini bukan ekspresi penuh benci yang biasanya ditampilkan, kali ini dia agak ciut karena hanya sendiri.









"Lo semua apain Angel?" Tanyanya dengan nada yang terdengar gentar. Kenneth mengernyit, semuanya yang lain disana ikut mengernyit.







"Pertanyaan lo kayak minta digampar, Vraka anjing." Ujar Raka gedeg.










"Lo selingkuhan juga tahu, gak usah ngegas gitu." Ujar Jevan ke Vraka sedikit jengah.






"Dia udah tahu." Ujar banyak orang disana di saat yang bersamaan. Jevan menganga terkejut.












"Lo kalo marah karena waktu itu lo ketikem langsung ke gua Kenneth, jangan ke cewek gua." Ujar Vraka tiba-tiba sambil menatap Kenneth.








Kacau.





Semua berseru, bersorak, tidak tahu lagi. Kiano dan Raka menyingkirkan semua meja dan kursi yang menghalangi. Leah menyodorkan i-Padnya ke Vale, meminta Vale mengamankan.










"Ngomong kayak gak punya malu anjing." Ujar Peter muak.












"Minimal tau diri bangsat." Seru Joshua.








"Gua kesini cuman mau jemput Angel. Gak usah nyalahin gua sebegitunya dong, gua kan udah minta maaf." Ujar Vraka tiba-tiba. Suara sorakan kembali muncul, memenuhi menjadi riuh yang ada.









"Kapan lo minta maaf?" Leah melipat tangan di dada sambil menatap sinis ke arah Vraka, kali ini dia sudah tidak bersembunyi di balik punggung Kenneth lagi.










"Udah, waktu dia masuk rumah sakit. Hari pertama setelah dia kena tikam." Jawab Vraka dengan wajah serius.










"Oh yang diwakilin mak lo sambil nangis-nangis itu kah? Karena Mamanya KaKen udah mau laporin lu ke polisi?" Sarkas Leah ke Vraka.





VIRAGO [ON GOING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang