#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Geisha berdiri di depan cermin, memandang tubuhnya yang kini sudah terbalut dengan gaun pengantin. Gaun itu tampak begitu selaras di tubuh rampingnya. Begitu juga dengan riasan di wajahnya yang tidak terlalu tebal.
Geisha tersenyum miris ketika melihat dirinya sendiri di pantulan cermin. Sebentar lagi, dalam hitungan menit, ia sudah berubah status menjadi seorang istri. Bahkan di umurnya yang masih terbilang sangat muda ini.
Karena kejadian itu, ia harus rela melepaskan masa remajanya secepat ini. Geisha tersenyum getir, menatap ke arah perutnya yang masih terlihat rata dan mengelusnya pelan.
Pintu kamar Geisha berdecit pelan, membuat sang empunya refleks menoleh. Mamanya dan Mama Nayla masuk ke dalam kamar. Mereka berdua tersenyum hangat menatap Geisha.
"Jangan nangis, nanti make up kamu luntur," kata Dinara dengan kekehannya.
Geisha melepaskan rengkuhannya, kemudian menatap lekat wajah sang Mama. "Maafin Geisha, Ma," ucapnya lirih.
Dinara tersenyum tipis. "Kamu nggak perlu minta maaf."
"Semua udah kejadian, udah lalu juga."
"Itu juga bukan kemauan kalian berdua kan?" tanyanya, membuat Geisha mengangguk pelan.
Dinara menangkup kedua pipi anaknya. "Intinya di sini nggak ada yang salah dan di salahkan, semua udah berlalu. Mama udah maafin kamu dan maafin Mama juga ya?" Wanita itu mengecup kening Geisha singkat.
Membuat Geisha kembali merasakan sesak. Ia ingin menangis, sungguh. Dinara dengan mudah memaafkannya, itu yang membuat hatinya sakit karena benar-benar merasa bersalah telah mengecewakan Mama Papanya.
Nayla yang peka dengan situasi ini pun segera menenangkan Geisha, mengelus punggung gadis itu dan memeluknya dari samping. "Kalau kamu mau nangis, nangis aja, sayang. Nggak apa-apa, nggak perlu di tahan."
◇◇◇
"Saya terima nikah dan kawinnya, Geisha Zamora Queenza binti Rifaldo Zers Aditama, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
Pak penghulu mengangguk kecil, lalu menatap sekitar. "Sah?"
"SAH," ucap seluruh tamu undangan yang hadir secara bersamaan.
Altezza menghela nafas pelan, lalu melepaskan pagutan tangannya dari penghulu. Semua orang yang menyaksikannya pun tersenyum lega dan bahagia saat Altezza berhasil mengucapkan janji suci itu dengan lancar tanpa ada kesalahan sedikit pun.
Tidak banyak tamu yang hadir, hanya beberapa kolega bisnis Papanya dan partner kerja keluarga Aditama saja. Sisanya para sahabat karib dan keluarga terdekat mereka yang bisa datang hari ini.