#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Geisha menatap ke arah punggung laki-laki di depannya yang sedari tadi sibuk berkutat di dapur. Entah apa yang pria itu perbuat, Geisha sendiri pun tidak tahu.
Lalu Geisha sedikit menyembulkan kepalanya dari balik punggung Altezza, ia mengintip lantaran penasaran ketika melihat gerak-gerik pria itu yang tampak seperti sedang mengaduk sesuatu.
Geisha mengangguk kecil setelah mengetahui apa yang laki-laki itu lakukan, ternyata Altezza tengah membuat susu.
Tentu saja sudah pasti itu adalah susu ibu hamil miliknya, yang baru Altezza belikan tadi sore saat sepulang dari check kandungan.
Altezza berbalik menatap Geisha yang kini masih berdiri di belakangnya, kemudian menyodorkan satu gelas susu yang ia buatkan tadi kepada wanita itu. "Minum," titahnya.
"Nggak mau!" tolak Geisha mentah-mentah. Satu tangannya menutup mulutnya rapat.
Altezza menghembuskan napasnya kasar dan langsung menatap perempuan itu tajam. "Mau minum sendiri atau gue yang cekokin?" tanyanya rendah.
Mendengar ancaman mengerikan itu, Geisha mejadi sedikit bergidik ngeri akibatnya. Mau tak mau Geisha harus menurut.
Perlahan Geisha mulai meraih gelas susu tersebut dari tangan Altezza, kemudian ia meminumnya hingga sisa setengah.
Altezza yang melihat hal itu pun kembali bersuara lagi. "Habisin," tegasnya.
"Udah ..." geleng Geisha menolak.
Lihat saja sekarang, mata wanita itu sudah memerah menahan tangis dan mulai berkaca-kaca. Tetapi tetap saja hal tersebut sepertinya tidak di pedulikan oleh Altezza.
"Habisin gue bilang," ujar Altezza datar.
Geisha mencebikkan bibirnya kesal, lalu kembali meminum sisa susu tadi hingga tandas. Setelah habis, Altezza segera menaruh gelas tersebut di wastafel dan kembali menatap ke arah ibu hamil di depannya dengan lekat.
"Tadi mau minta apa?" tanya Altezza mulai melembut.
"Mau es krim!" jawab Geisha bersemangat, matanya terlihat sangat berbinar.
Entah mengapa sedari tadi dirinya sangat mengidam-idamkan es cream, padahal biasanya ia tak terlalu suka.
Begitu mendengar keinginan Geisha, Altezza berdecak. Ia merotasikan matanya tepat ke arah wanita itu. "Udah malam, yang lain aja."
Geisha menggeleng. "Nggak mau! Penginnya es krim!" ujarnya bersikeras.
Lalu tanpa menjawab lebih banyak lagi, Altezza segera berjalan menuju kamar untuk mengambil jaket beserta kunci motornya yang berada di dalam sana.
Setelahnya Altezza langsung bergegas menuju Alfamart terdekat untuk membelikan pesanan wanita hamil itu.