[30] CONFESSION

187K 11.5K 595
                                        

Altezza memarkirkan motornya di area parkiran SMA Wiramandala

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Altezza memarkirkan motornya di area parkiran SMA Wiramandala. Derum motornya yang menggema membuat beberapa siswa-siswi langsung memusatkan perhatiannya ke arah laki-laki itu.

Altezza melepas helm full face-nya, kemudian meletakkannya asal di atas motor. Setelah itu Altezza segera turun dan langsung bergegas menuju kelas. Saat berjalan menelusuri koridor, tiba-tiba saja ia dihadang oleh kelima temannya dari depan.

Altezza berdecak ketika Daffa menghalangi jalan. "Awas, Daff!"

Memilih untuk tidak menghiraukan ucapan Altezza barusan, Daffa terus berjalan di depannya dan menghalangi laki-laki bermarga Atmadja itu. "Bolos yok, Bos," ajak Daffa santai.

"Bolos-bolos! Nggak ada! Nggak ada!" balas Rayan cepat, lengkap dengan pelototan tajam darinya.

"Coba lo hitung, udah berapa kali kita bolos minggu ini?!" tanya Rayan lagi.

Daffa diam dan berfikir sejenak. Kemudian ia kembali menatap Rayan di sebelahnya sembari nyengir lebar.

"Udah hampir setiap hari, kan?!" tanya Rayan memastikan, membuat Daffa langsung mengangguk mengiyakan.

"Bolos boleh, tapi tahu batasan!" timpal Dirga.

"Hilih, bicid!" cibir Daffa pelan.

"Oh, iya! TUGAS FISIKA GUE!!" teriak Dion heboh dari belakang.

Cowok yang sedari tadi hanya diam menyimak ketiga temannya itu pun kini ikutan di buat heboh perkara PR-nya.

"Mampus lo, Yon. Mampus!" ejek Daffa puas.

Dion melirik ke arah Dirga, lalu menarik lengan laki-laki itu kuat. "Ayo, Dir! Cepat ke kelas, bantuin gue cari contekan!" ujarnya mendesak.

Dirga yang ditarik paksa hanya bisa mendengus. "Nyusahin aja lo, Yon!"

Walaupun dengan perasaan berat, Dirga tetap mengikuti perkataan Dion dan berjalan di belakangnya, mengekor langkah cowok blasteran itu yang sedang terburu-buru.

Keduanya kini sudah pergi menjauh menuju kelas mereka, dan saat ini hanya menyisakan Altezza, Rayan, Daffa dan juga Rafael di lorong koridor.

"Biologi lo gimana, Za? Udah selesai?" tanya Daffa penasaran. Teringat dengan tugas yang di berikan oleh Bu Esih senin lalu.

Sementara Altezza mengerutkan keningnya bingung sembari melirik Daffa. "Ada tugas?" tanya laki-laki itu heran.

"Lah?! Ya, ada dong! Mangkanya gue tanya lo, udah siap apa belum Altezza?!" jawab Daffa sedikit geram.

"Fuck! Gue lupa!" umpat Altezza kesal. Altezza langsung menoleh ke arah Rafael. "El, buku tugas lo sini. Gue salin jawaban lo aja," ucap Altezza enteng.

Rayan dan Daffa yang mendengar itu hanya dapat menggelengkan kepala mereka pelan.

"Kebanyakan kelon sama istri, jadi gini nih. Tugas sekolah sampai nggak ada yang di ingat lagi."

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang