[49] PAPA?

177K 11.7K 1.8K
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

Geisha menatap ke arah Altezza yang tertidur pulas di bagian pinggangnya. Tangannya kini bergerak pelan untuk mengelus rambut laki-laki itu.

Geisha memang sudah sadar sejak 1 jam yang lalu, tetapi wanita itu tidak bisa bergerak dan berbuat apa-apa sekarang. Rasa sakit di sekujur tubuhnya kini masih dapat ia rasakan.

Walaupun luka-luka kecil di tangan dan di kakinya sudah diobati, tetapi tetap saja rasa sakitnya masih sangat terasa. Apalagi pinggangnya juga sedikit nyeri dan ini sudah ditambah lagi dengan kepala suaminya yang tertidur di sana.

Ingin membangunkan, tetapi ia juga tidak tega. Apalagi ketika melihat wajah Altezza yang tampak sangat kelelahan. Mau tak mau, Geisha tetap membiarkan lelaki itu pulas di pinggangnya.

"Engh." Altezza menggeliat pelan di bawah sana, membuat Geisha menghentikan pergerakannya sebentar, lalu melirik laki-laki itu sekilas dan kembali mengelus rambut suaminya.

"Udah bangun?" tanya Geisha lembut. Senyuman manis di wajahnya kini tercetak jelas saat melihat wajah polos bangun tidur laki-laki itu.

Sementara Altezza yang masih setengah sadar pun hanya mengerjab matanya lucu. "Eh?" Cowok itu mendongakkan kepalanya menatap Geisha bingung sembari mengucek matanya lagi. Takut salah lihat.

"Sha?" panggil cowok itu pelan, tetapi jelas terdengar girang.

"Hm?" sahut Geisha pelan.

"Beneran kamu?" tanyanya masih tak percaya.

"Apasih, ya iya lah." Geisha terkekeh lemah ketika menatap wajah suaminya yang tampak sangat lucu saat terkejut.

Berbeda dengan Altezza yang kini langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut. "Ck, sayangg!" Laki-laki itu merengek, lalu memeluk tubuh Geisha erat dan menduselkan kepalanya di dada wanita itu.

"Sakit, Al!" Geisha mendorong tubuh Altezza pelan agar menjauh darinya. Tatapan matanya seperti ingin membunuh laki-laki itu.

Sudah tahu dirinya masih sakit, Altezza malah sengaja mendekap tubuhnya cukup kuat.

"Maaf ..." cicit Altezza merasa bersalah.

"Al," panggil Geisha kemudian.

Altezza langsung menatap ke arah wanita itu dengan cepat. "Apa? Mau apa? Minum? Atau ada yang sakit?" tanyanya beruntun.

"Biar aku panggilin dokter," lanjutnya lagi dengan mimik serius.

"Ck, bukan itu ih!" decak Geisha kesal karena melihat respons laki-laki itu yang menurutnya sangat berlebihan.

Altezza menatap wajah Geisha bingung sambil mengeryitkan dahinya. "Terus?"

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang