[27] WTF?!

222K 13K 483
                                        

"Al, Recha sekarang lagi ada di rumah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Al, Recha sekarang lagi ada di rumah."

Altezza mengerutkan keningnya bingung. Untuk apalagi gadis itu berada di rumahnya? Tidak bosan, kah, perempuan itu selalu mendapat penolakan dari dirinya secara terang-terangan?

"Dia tadi nanyain kamu, Mama bilang kalo kamu udah tinggal di apart. Terus ini Recha lagi bantuin Mama masak," beritahu Mamanya lagi.

"Kamu belum kasih tahu dia? Kalau kamu udah nikah?"

"Belum, nanti aja," sahut Altezza cuek.

Terdengar helaan napas panjang dari seberang sana. Altezza yakin Mamanya siap untuk mengomel.

"Kok nanti aja sih, Al?!" decak Nayla tak habis pikir.

"Takutnya dia ngira kamu masih sendiri, terus sering datang ke rumah kayak dulu, gangguin kamu lagi."

Kekhawatiran Nayla sebetulnya bukan pada anaknya, melainkan pada Geisha. Ia tak ingin menantu kesayangannya terganggu dengan hal seperti ini.

Apalagi wanita itu sedang mengandung cucunya. Nayla tidak mau membuat Geisha kepikiran.

"Kalo istrimu tahu, apa nggak bakalan jadi masalah buat hubungan kalian?"

Altezza kembali menghembuskan asap nikotinnya di udara, sembari terus mendengarkan ocehan dari Nayla.

"Iya, nanti Al urus," jawab Altezza seadanya.

"Sekarang! Jangan nanti-nanti!" sentak Mamanya galak.

"Iya."

"Mama juga risih sebetulnya, tapi nggak enak mau ngusir dia," curhat Nayla bingung.

Di dalam kamarnya, ia sekarang sedang sibuk mondar-mandir memikirkan bagaimana caranya mengusir gadis itu secara halus.

Hingga tak lama kemudian ketukan pintu dari luar terdengar di telinganya. Nayla kembali tersadar dan fokus lagi kepada sambungan telepon mereka.

"Yaudah, deh, Al. Mama mau ke dapur lagi, itu Mbak udah manggil. Kayaknya cewek itu nyariin Mama, deh," gumam Mamanya lesu.

Altezza hanya mengangguk sebagai jawaban, walaupun ia sendiri tahu bahwa Mamanya tak akan bisa melihat anggukkan tersebut.

Tak lama sambungan telepon pun terputus. Altezza melepas earphone di telinganya untuk ia letakkan kembali pada tempat asalnya.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang