#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
"Ah! Gelo! Bandung dingin, euyy!" Daffa mengeratkan jaket kulitnya, suasana kali ini benar-benar menyejukkan.
Bahkan Rayan sendiri sudah bulak-balik membuang ingusnya yang tak berhenti turun lantaran cuaca pagi ini.
"Tangan gue menggigil, sial!" Dion merengkuh tubuh Dirga di sampingnya, mencari kehangatan.
"Baru kali ini gue flu karena udara Bandung."
"Nyesel gue mandi jam empat pagi," gerutu Rayan dengan bibir bergetar.
Rafael menggelengkan kepalanya. "Alay," ejek lelaki itu sambil menghembuskan asap rokoknya di udara.
Rayan mendelik. "L-lo mending diem, sebelum gue bogem," sungutnya tak terima.
Enak saja dirinya dibilang alay.
Rafael terkekeh, mengamati wajah kedinginan mereka seperti ini cukup membuatnya terhibur.
"Udah aman semua?" tanya Altezza yang datang dari arah lobi.
Cowok itu hanya mengenakan kaos putih lengan pendek dan celana jogger berwarna abu misty. Tak lupa pula dengan topi hitam berlogo Black'Carlos di kepalanya.
"Udah, bro."
"Barang-barang gimana? Udah di masukin ke bagasi?"
Rayan mengangguk tanpa menjawab, tangannya yang sedikit menggigil ia masukkan ke dalam saku.
"Langsung ke mobil, kita berangkat duluan ke bandara," titah Altezza lagi yang langsung di angguki oleh kelimanya.
Kini mereka segera bangkit dari posisi masing-masing dan bergegas menuju parkiran.
Mereka memang memisahkan diri dari rombongan, namun hanya saat ke bandara saja. Nanti jika sudah sampai di sana, mereka baru mengikuti rombongan dari sekolah.
◇◇◇
"Cass! Coba lo lihat alisnya Rea, deh," bisik Zara di samping Cassie.
Cassie berdehem, lalu mencuri pandang ke arah perempuan yang di maksud oleh Zara barusan.
Tak lama, bibir gadis itu berkedut. Mati-matian menahan tawa saat melihat alis perempuan di sudut lobi yang tinggi sebelah.
"Warna lip-nya juga nggak cocok di kulit sawo matang dia," tambah Cassie pelan.
"Najis, Cass. Langsung aja bilang kulit hitam dekil dia, jangan sopan-sopan banget lah ngomongnya," cibir Zara terang-terangan.
Mendengar itu Cassie tertawa, kali ini tidak bisa ia tahan. Zara memang gencar sekali menjelekkan gadis itu, tapi Zara juga memiliki alasan dan itu semua memang karena Rea yang mencari masalah duluan.