#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku gendutan ya?" Geisha bertanya sambil menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin. Pagi ini wanita cantik itu sudah rapi dengan pakaian sekolahnya.
Hari ini adalah hari pertama ujian kelulusan. Hari di mana semua siswa-siswi harus berjuang mati-matian demi penentu lulus tidaknya di masa SMA mereka. Semua siswa juga di wajibkan untuk datang hari ini, tanpa terkecuali. Termasuk juga dengan Geisha.
Ngomong-ngomong tentang Geisha, wanita itu sudah pulih dan diperbolehkan untuk pulang ke apartemen bersama Altezza oleh dokter dari beberapa minggu lalu.
Terhitung sudah tiga minggu Geisha pulang ke apartemennya dan sudah mulai mengerjakan aktivitas seperti biasanya lagi.
Geisha juga sudah mengetahui fakta-fakta yang ada. Salah satunya adalah mengenai fakta keluarganya. Sebenarnya ia juga merasa sedikit kaget saat mendengar penjelasan Altezza, bahwa Geirald adalah kakak kandungnya sendiri. Cowok yang saat itu menolong suaminya dan rela mempertaruhkan seluruh hidupnya.
Dan juga tentang kedua orang tua kandung Geisha yang sudah lama meninggal dunia akibat kecelakaan beberapa tahun lalu.
Sehari-dua hari, emang terasa sulit baginya untuk menerima kenyataan tersebut begitu saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Geisha berhasil melewati masa sulit itu dengan ikhlas dan atas bantuan serta support dari suami dan juga keluarganya.
Perlahan, Geisha mulai terbiasa untuk menerima. Tak ada lagi guratan sedih yang terpancar di wajahnya ketika kembali mengingat fakta tersebut.
Rifaldo dan Dinara pun juga sudah memberitahu tentang ini secara pelan-pelan agar Geisha paham serta mengerti.
Geisha mendengus kesal saat tidak mendapat jawaban apa-apa dari laki-laki itu. Wanita tersebut langsung berbalik badan dan menatap jengah ke arah Altezza yang kini tengah sibuk mengancingkan baju seragamnya sendiri.
"Al! Aku lagi nanya lho ini!" sentak wanita itu sebal.
"Apa?" Bukannya menjawab, laki-laki itu malah balik bertanya. Sudah menjadi kebiasaannya memang. Sejujurnya Altezza juga tidak terlalu begitu mendengar apa yang wanita itu katakan.
Altezza mengalihkan pandangannya, lalu mulai fokus menatap ke arah perempuan tersebut.