[19] KECURIGAAN RECHA

230K 13.5K 769
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

Geisha tersenyum manis ke arah Renaya, sebelum akhirnya menutup pintu apartemen dengan kencang. Sementara Altezza mengulum senyum di belakangnya. Geisha berbalik, menatap pria itu penuh permusuhan.

"Kenapa nggak bilang?!" Satu pukulan telak mendarat di dada bidang laki-laki itu.

Altezza terkekeh, menahan lengan Geisha yang semakin brutal memukulinya. "Bilang apa?"

"Jahat banget!" decak Geisha kesal, lalu menyembunyikan wajahnya dengan kedua telapak tangan.

Geisha malu karena sudah menuduh lelaki itu yang tidak-tidak. Apalagi ketika mendengar penjelasan langsung dari Renaya dan juga Daren.

Sesuai dengan yang di katakan Renaya pada Altezza melalui chat kemarin malam, ia dan Daren akan berkunjung ke apartemennya pagi ini.

Sejujurnya Renaya mengirimkan dua pesan malam itu. Pesan pertama ia memberitahu akan datang dan pesan kedua ia memberitahu akan berkunjung bersama Daren.

Namun sayangnya, Geisha hanya melihat di bubble chat pertama saja. Karena pikirannya yang sudah bercabang dan ke mana-mana. Alhasil, perempuan itu menjadi salah paham sendiri.

Mengenai permasalahan nama kontak juga sudah terjawab langsung oleh Renaya. Memang Renaya sendiri yang menamai kontaknya seperti itu di ponsel Altezza dan Altezza pun juga tidak terlalu peduli akan hal tersebut.

"Kak, maaf. Aku jadi bikin kamu salah paham." Renaya menggigit bibirnya kuat, ia menatap Geisha dengan rasa bersalah.

Renaya sudah di ceritakan oleh Altezza mengenai pertengkaran kecil keduanya tadi malam perihal nama kontaknya. Renaya menjadi tak enak kepada pasangan suami istri itu

Apalagi karena kekonyolannya, Altezza dan Geisha sempat ribut. Geisha sampai menuduh Altezza mempunyai perempuan lain di belakangnya.

"Aku juga mau minta maaf karena udah lancang bilang 'love you' ke Kak Al." Renaya menjelaskan lagi soal ketikannya yang sensitif tadi malam, takut bila ibu hamil itu menjadi salah paham juga.

"Aku emang salah banget karena udah ngirim pesan kayak gitu, dan jujur, aku nggak ada maksud lain kok, Kak. Serius, deh." Renaya langsung mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk sebuah huruf 'V'.

"Itu emang udah jadi kebiasaan aku kalo lagi kirim pesan ke keluarga terdekat ataupun orang terdekat, maaf ya, Kak."

"Tenang aja, Sha. Kalo Al punya cewek lain, nanti urusannya sama gue langsung. Biar gue bunuh sekalian," celetuk Daren sambil terkekeh kecil saat melihat wajah datar Altezza di depannya.

"Kenapa nangis lagi?" kata Altezza bingung ketika mendengar isakan kecil dari Geisha.

Dengan ragu, Altezza membawa perempuan itu lebih dekat dengannya. "Hei? Kenapa, Sha?" Altezza menangkup wajah Geisha yang sudah basah bersimbah air mata.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang