#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Altezza bersandar pada dinding toilet dengan rokok yang mengapit di sela-sela jarinya. Tangan pria itu terangkat untuk melonggarkan sedikit dasinya yang terasa seperti mencekik.
Saat ini ia sedang menunggu Geisha yang tengah mengganti seragamnya karena terkena tumpahan oleh kuah bakso tadi.
Sembari menunggu, Altezza mengambil ponsel dari dalam saku lalu mulai memainkannya sebentar.
Tak lama setelahnya, suara decitan pintu mulai terdengar. Pintu toilet terbuka, menampilkan sosok Geisha yang sudah rapi mengenakan seragam barunya keluar dari dalam bilik.
Altezza pun menoleh, memperhatikan wanita itu sekilas. "Udah?"
Geisha mengangguk kecil, tapi bibirnya tampak cemberut. Kedua tangannya menggenggam erat paperbag yang berisi seragam kotornya tadi.
"Kenapa? Masih sakit perutnya?" tanya Altezza memastikan.
Geisha menggeleng. "Udah mendingan, tapi masih perih sedikit," adunya lagi.
"Nanti di obatin, sekarang langsung ke kelas. Jangan balik lagi ke kantin," peringat Altezza yang sudah menegakkan tubuh.
"Lo mau ke mana? Ini bentar lagi bel masuk." Geisha menahan lengan Altezza yang hendak pergi melewatinya begitu saja.
"Gue masih ada urusan," sahut Altezza singkat.
Kening Geisha mengerut. "Lo mau bolos?"
"Hm."
◇◇◇
Brak!
Altezza membanting tubuh Jordan di atas tanah, kemudian menginjak perut cowok itu kuat. Mata coklat hazelnya menyorot tajam ke arah sang lawan.
Masih bisa di lihat oleh teman-temannya, urat-urat leher pria itu yang menonjol dan wajahnya yang memerah padam.
Deruan napas Altezza terdengar memburu. Pandangannya menggelap. Ia belum puas jika Jordan belum sekarat di tangannya.
Jujur saja, ia masih sangat emosi karena kejadian di kantin tadi. Di mana istrinya menjadi korban akibat kecerobohan laki-laki ini.
Sementara Jordan, pria yang sedang berada di ambang kematian itu hanya bisa pasrah saat tendangan kuat dari Altezza kembali menyapa tubuhnya.
Rafael yang sedari tadi diam menyaksikan pun kini mulai mendekati Altezza dan menepuk pundak laki-laki itu pelan. "Udah."
"Iya bos, kasian itu udah mau mati," celetuk Rayan seraya membenahi posisi dasinya yang sedikit berantakan.