#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
"GEISHA!!!" teriakan melengking dari seberang sana membuat Geisha refleks menutup telinga dan mengecilkan volume handphonenya.
Saat ini ia sedang melakukan video call bersama kedua sahabatnya. Zara dan juga Cassie. Melepas kerinduan yang memang sudah hampir satu minggu ini ia rasakan, karena tidak bertemu serta memberi kabar.
"LO UTANG PENJELASAN SAMA KITA!" tuntut Cassie langsung.
Geisha mengembuskan napasnya jengah. Sedari tadi ia hanya diam dan membiarkan mereka berdua puas mengeluarkan semua cerocosannya.
"Lo ke mana aja, anjir! udah seminggu ini nggak masuk sekolah?"
"Oh, iya! Katanya lo udah nggak sekolah lagi, ya? Benar nggak sih berita simpang siur itu?" cecar Zara panjang lebar.
"Kalo benar, kok lo tega banget sih nggak ngabarin kita!!" timpal Cassie tak habis pikir.
"Kita berdua udah kayak orang bego tahu gak?! Mana si Kaelyn kalo di mintain penjelasan ngelak mulu anaknya," gerutu gadis itu dengan wajah sebalnya.
Zara mengangguk setuju. "Iya tuh, benar kata Cassie," ujarnya membenarkan.
"Lo hamil anaknya Altezza, ya, Sha?" celetuk Cassie tiba-tiba.
"Lo beneran udah nikah sama dia?" tanyanya lagi dan lagi.
Rasa penasaran di dalam dirinya kini sedang meronta-ronta, alhasil ia tidak bisa lagi menahan semua pertanyaan-pertanyaan yang sudah bersarang di otaknya.
"Parah lo, Sha! Lo nganggep kita apa coba?!" Zara langsung menyambar dengan muka sedihnya.
"HUWAAAA!" jerit keduanya mendramatis sambil berpelukan satu sama lain.
Geisha melotot dan langsung mengecilkan volumenya lagi. "Jangan teriak-teriak ah, Al lagi tidur," tegurnya setengah berbisik.
"Ck, ya elah biasanya juga kita gini," dengus Zara kesal, lalu segera melerai pelukannya pada Cassie.
"Emang kenapa sih, kalo si Al bangun? bucin banget lo sama dia," cibir Cassie yang langsung mencebikkan bibirnya ke bawah.
Geisha menggeleng. "Bukan gitu, masalahnya dia lagi rewel." Mata perempuan itu melirik ke arah Altezza sekilas, takut-takut jika pria itu beneran terbangun karena suara lengkingan dari sahabatnya tadi.
Geisha kembali menatap layar. "Nanti kalo bangun gue malah nggak bisa ngobrol sama kalian," lanjutnya menjelaskan.
Zara dan Cassie mengangguk bersamaan. "Oh gitu, yaudah nih gue mingkem," ucap Zara, lalu memperagakan sedang mengunci mulutnya sendiri.
Kini ponsel yang sedari tadi di pegang oleh Zara, beralih pada Cassie agar hanya menyorot dirinya saja. "Jawab dulu pertanyaan gue tadi, Sha," ujar gadis itu penasaran.