#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Geisha mendudukkan tubuhnya perlahan dan bersandar pada dashboard ranjang. Kepalanya tertoleh ke samping, menatap Altezza yang masih terlelap.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 10 malam, namun ia terbangun karena menginginkan sesuatu.
Tetapi sepertinya ngidamnya kali ini tidak bisa terpenuhi. Mengingat hari sudah malam dan Geisha pun tak tega bila harus membangunkan Altezza yang tampak tenang di sebelahnya.
Yang bisa Geisha lakukan sekarang hanyalah mengamati keadaan sekitar yang terlihat tamaram. Kepalanya sesekali menoleh ke samping, mencuri pandang ke arah wajah tegas pria itu.
Geisha mengerucutkan bibir. Menghela napas pelan, tangannya memainkan ujung piyamanya yang memiliki renda-renda kecil. Masih menimang ingin membangunkan laki-laki itu atau tidak.
"Kenapa kebangun?"
"E-eh?" Geisha tersentak saat melihat Altezza yang beringsut mendekat dan dengan santainya menjatuhkan kepala laki-laki itu di pahanya.
Altezza mendusel pada perutnya, lalu mengecup sekilas dari luar piyamanya yang sedikit tersingkap.
"Kenapa bangun?" Altezza mengulangi pertanyaannya yang tak kunjung mendapat jawaban.
Geisha diam beberapa saat, dia bingung hendak menjawab apa. Haruskan ia bilang bahwa dirinya sedang mengidam? Lalu menyuruh lelaki itu untuk memasak malam-malam begini demi memenuhi inginnya?
Atau, bagaimana?
"Lagi mau apa, hm?" Seolah tahu wanita itu sedang menginginkan sesuatu, Altezza kembali bertanya. Kali ini dengan nada yang lebih lembut lagi.
Ada keheningan sejenak sebelum ibu hamil itu kembali bersuara. Altezza menunggu dengan sabar, sembari mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Geisha.
"Mau makan nasi goreng, tapi lo yang masakin ..." cicit Geisha pelan. Kepalanya tertunduk, mengamati jari jemarinya yang saling bertaut. Tak berani menatap pria itu
Altezza mengangguk mengerti, kemudian segera bangkit dari duduknya. "Sebentar, gue masakin dulu. Tunggu di sini aja, nggak usah turun dari ranjang."
"Gue nggak lama."
Setelahnya, Geisha hanya bisa menatap punggung kokoh itu. Memperhatikan Altezza yang mulai menjauh dari dirinya dan memasuki kamar mandi. Tak lama kemudian, Altezza keluar lagi dengan wajah yang lebih segar.
Langsung saja pria itu berjalan menuju kitchen set dan memeriksa isi kulkas. Saat sudah menemukan bahan-bahan, Altezza memulai dengan memotong bawang dan mengiris beberapa bahan tambahan lainnya.
Geisha menunggu sambil memainkan ponselnya saja. Hingga tak terasa akhirnya 10 menit telah berlalu, bau tumisan bumbu-bumbu mulai tercium di hidungnya.