#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
"Anjing!" Daffa memegang pipinya yang terasa sediki nyeri akibat terkena pukulan dari sang lawan.
Sementara laki-laki jangkung yang masih berada di depannya kini telah kembali mengibas-ngibaskan tongkat baseball-nya lagi ke arah Daffa.
Dengan gerakan cepat, Daffa segera menghindar dan langsung menendang kuat perut lawannya hingga tersungkur ke tanah. Daffa mengambil alih tongkat tersebut dan membuangnya asal ke semak-semak.
"Tangan kosong lo kalo berani!" tantangnya.
Rema, laki-laki yang ditendangnya tadi. Ia memegangi perutnya dan kembali berdiri. "Kenapa? Takut lo?" tanyanya dengan tampang remeh.
Daffa berdecih, kemudian menggulung lengan bajunya sampai siku. "Banyak bacot lo!"
Bugh!
Bugh!
Daffa menghajar wajah Rema beberapa kali, hingga membuat pria itu tak sempat lagi membalas pukulan-pukulannya yang semakin membabi buta.
Karena terlalu fokus terhadap Rema, Daffa sampai tidak menyadari bahwa ada sekitar dua orang lagi yang mulai mendekat ke arahnya.
"DAFFA AWAS!" Dion berteriak keras saat melihat salah satu dari mereka hendak melayangkan senjata tajamnya ke arah Daffa.
Srettt...
"Ahg!" Daffa meringis, cengkramannya pada baju Rema kian melonggar. Otomatis tubuh cowok itu luruh ke bawah.
Ada yang menggores bahkan menusuk leher belakangnya sampai 3 kali.
"Sial!" Tangan Daffa terangkat untuk menyeka cairan-cairan merah yang mengalir deras dari bagian leher belakangnya.
Daffa berdecak, kemudian ia menoleh ke belakang. Matanya menyorot nyalang pada seseorang yang telah berhasil melukai dirinya.
Orang-orang itu tersenyum miring sembari menggenggam sebuah belati kecil yang terapit pada jari-jari mereka.
"Daffa?!" Dion yang baru saja selesai melumpuhkan musuhnya segera menghampiri Daffa yang hampir kehilangan keseimbangan.
"Lo nggak kenapa-kenapa?" tanyanya panik sambil menumpu berat badan cowok itu dari samping.
Daffa menggelengkan kepalanya pelan. "Gue nggak kenapa-napa, cuma luka kecil."