[35] DAFFA TERTEKAN

189K 12.5K 2K
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

Semilir angin berembus pelan,  menyejukkan suasana pada pagi ini. Geisha mengikat rambutnya dengan cepat, kemudian membenarkan sedikit tataan bajunya ke atas agar terlihat lebih pas.

Setelah selesai, wanita itu tersenyum saat melihat dirinya sendiri di pantulan cermin yang sudah terlihat sangat rapi. Pagi-pagi sekali dirinya memang sudah bersiap-siap, untuk pergi ke markas besar Black'Carlos angkatan 2 bersama Altezza.

Sejujurnya ia sangat-sangat tidak sabar untuk segera mendandani Daffa dan melihat cowok itu memakai daster sambil berkeliling kompleks di sekitar sana. Entah mengapa ia sangat ingin jika Daffa yang melakukan itu semua.

Dengan semangat, Geisha berjalan ke arah ranjang. Berniat untuk membangunkan Altezza yang kini masih tertidur pulas di sana. Wanita itu menyibak selimut yang menutupi wajah suaminya, kemudian menepuk pipi Altezza beberapa kali.

"Al," panggilnya.

"Ayo bangun," ujarnya seraya menarik lengan pria itu pelan.

Altezza yang masih sangat mengantuk itu pun hanya mengembalikan posisinya seperti semula, lalu kembali memejamkan matanya lebih rapat lagi. Pria itu mengabaikan Geisha yang masih berusaha mencoba membangunnya.

Sementara Geisha sudah mulai cemberut sebal. "Bangun, Altezza! Ayo kita pergi ke markas," seru Geisha lagi sambil mencubit pipi laki-laki itu kuat.

Altezza melenguh pelan, lalu bergerak menarik selimutnya hingga sebatas dada dan mengambil bantal di sebelahnya untuk ia jadikan guling.

Seruan tadi seolah lagu tidur untuknya. Tak mempan mengusik tidurnya yang nyenyak.

Geisha berdecak, kemudian menatap kesal ke arah Altezza karena masih enggan membuka matanya. Perempuan itu menjauhkan bantal yang Altezza gunakan untuk guling, lalu membuangnya asal ke lantai.

Perlahan Geisha naik ke atas ranjang, lalu merangkak naik ke tubuh besar pria itu. "Bangun, ish!" ujar Geisha ngegas seraya menggigit pipi Altezza gemas.

Altezza yang merasa terganggu karena di bangunkan seperti itu langsung membuka matanya secara paksa. Ia melirik ke arah Geisha yang masih berada di atasnya dan menoleh lagi pada jam dinding di nakas.

Waktu masih menunjukkan pukul setengah enam, tetapi istrinya ini sudah sibuk.

"Masih pagi, mau ngapain sih?" decak Altezza dengan suara serak khas bangun tidurnya.

Geisha menatap Altezza sekilas, lalu membaringkan kepalanya di atas dada bidang pria itu. "Mau ke markas ..." cicitnya pelan.

Altezza tertawa gemas, lalu segera membalikkan posisi menjadi Geisha yang berada di bawah kukungannya. Ia menatap wajah wanitanya dengan lekat, kemudian mengecup bibirnya singkat.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang