[10] KHAWATIR?

256K 16.1K 233
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

"Mama hari ini capek banget, tapi Mama happy tahu, Sha." Wanita berusia 42 tahun itu menyendokkan nasi ke piring Geisha sembari menceritakan bagaimana perasaannya saat ini.

Geisha mendengarkan dan sesekali memberi senyuman manis ke arah Mamanya. Ia sedikit sesak bila kembali mengingat dirinya telah melakukan kesalahan besar, yang mungkin akan sangat berdampak untuk Mama dan Papanya nanti.

"Kamu tahu nggak? Brand make up yang sering Mama beli? Tadi tiba-tiba Mama di kabarin Mbak Mita kalau mereka ngajakin Brand Parfume Mama buat collab."

Faldo terkekeh saat melihat keantusiasan istrinya. "You like?" tanyanya sembari memberi elusan ringan di lengan Dinara. 

"BANGET, MAS!"

"Udah, Ma." Geisha menggeleng kecil ketika Dinara hendak menambahkan sayur dan lauk di piringnya.

Kini Dinara beralih pada sang suami. "Segini cukup, Pa?"

Faldo mengangguk, kemudian tersenyum tipis. "Makasih, ya, Ma."

Lalu setelahnya mereka bertiga diam dan menyantap makanannya masing-masing dengan khitmad. Tidak ada satu pun dari mereka yang memulai percakapan lagi.

Namun berbeda dengan Geisha, wanita itu hanya memainkan makanannya tanpa minat. Ia menatap wajah lelah Mama dan Papanya secara bergantian, lalu rasa takut itu muncul menyelimuti hatinya.

Sebenarnya Geisha ingin mengurungkan niatnya untuk segera memberi tahu soal kehamilan gadis itu, ia tak tega bila harus mengacaukan suasana hangat malam ini.

Tetapi Geisha juga berpikir, ia tak mungkin terus-terusan menyembunyikan masalah sebesar ini sendirian. Lama kelamaan juga kedua orang tuanya pasti akan tahu.

Geisha mencoba menenangkan pikirannya dan mulai meyakinkan dirinya sendiri, kemudian menghembuskan napasnya perlahan. Dengan ragu, ia menatap kedua orang tuanya dan memulai pembicaraan.

"Ma, Pa," panggil Geisha pelan.

Geisha berusaha memberanikan diri untuk memberi tahu tentang kejadian yang sebenarnya. Entah ini situasi yang tepat atau tidak, intinya Geisha akan menerima konsekuensinya nanti.

Dinara—Mama Geisha, menoleh ke arah putrinya sambil tersenyum. "Iya sayang, kenapa hm?" tanyanya lembut.

Geisha menggigit bibir bawahnya kuat, menatap mamanya takut-takut. "Geisha ..." Ia menunduk, menggantungkan kalimatnya.

"Geisha kenapa sayang?" Dinara menautkan dahinya bingung.

"Geisha hamil ..." gumamnya pelan, nyaris seperti berbisik.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang