[47] KENYATAAN

156K 12K 2.6K
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

Geirald memarkirkan motornya saat sudah sampai di depan gedung tua tempat Geisha di sekap. Sedari tadi jantungnya sudah berpacu cepat ketika Daniel dengan khawatir memberi tahu soal kejadian ini.

Geirald melepaskan helm full face-nya, lalu meletakkan helm tersebut di atas motor. Kemudian laki-laki itu melangkahkan kakinya memasuki area gedung.

Geirald menatap ke sekeliling. Lalu tanpa membuang-buang waktu lagi ia segera berlari menaiki anak tangga menuju ke lantai atas.

Jantungnya semakin berdebar kencang saat baru menyadari betapa bahayanya Altezza jika nekat mendekati adiknya saat ini.

Geirald berlari cepat melewati banyak anak tangga. Saat sampai di lantai atas, cowok itu langsung berlari lagi ke arah barat. Megambil jalur terdekat menuju salah satu ruangan yang ia yakini tempat di mana Geisha berada.

Setelah menginjakkan kakinya di depan ruangan yang ia tuju, cowok itu pun langsung memasukinya tanpa mau berbasa-basi lagi.

Geirald lantas membulatkan bola matanya saat melihat seseorang yang menodongkan pistolnya ke arah Altezza yang kini sedang membantu Geisha untuk melepaskan ikatan di tubuh wanita itu.

Brak!

Geirald menendang kayu di depannya yang menjadi penghalang, kemudian segera berlari menghampiri Altezza. "ALTEZZA AWAS!" teriaknya.

DOR!

"ARGH!!"

Sebuah tembakan yang diiringi dengan suara teriakan terdengar begitu menggema di dalam ruangan gelap dan kedap suara itu.

Altezza berbalik, kemudian membelalakkan matanya kaget. Geirald yang posisinya tidak jauh dari dirinya ambruk ke lantai dengan darah segar yang sudah mengalir deras dari dadanya.

"Bangsat!" maki Altezza emosi.

"Mmmmpphhh!" Teriakan Geisha terdengar sangat menyedihkan di dalam ruangan. Ia masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan.

"Shitt!" Geirald berdesis-merasakan sakit.

Sebuah peluru berhasil menancap di dadanya. Rasa sakit dan panas bercampur menjadi satu menjalari seluruh tubuh Geirald saat ini.

Cowok itu rela menjadi tameng untuk Altezza.

"Fuck!" Altezza kalang kabut.

Ada rasa emosi yang memuncak di dalam dirinya. Pria itu menatap tajam ke arah seseorang yang memakai topeng di balik ruangan gelap itu. Dari sorot matanya, laki-laki itu benar-benar memancarkan kemarahan yang amat sangat.

"Jangan peduliin gue, urus dulu istri lo," kata Geirald mencoba mengalihkan perhatian Altezza yang hendak membantunya. Cowok itu memegangi dadanya yang semakin lama semakin terasa sakit.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang