[05] FLASHBACK I

286K 14.8K 304
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

"Sssttt, Sha ..."

Geisha berdecak, kepalanya tertoleh ke belakang dengan mata yang menajam. Bibirnya bergerak, menggerutu. Ini sudah kesekian kalinya Zara memanggil.

"Kenapa lagi sih?" tanyanya tanpa mengeluarkan suara.

Zara nyengir, lalu ia mengkode agar Geisha memberi jawaban nomor 10 pada soalnya.

Walaupun enggan, Geisha tetap menuliskan jawaban pada kertas kecil. Setelah selesai, gadis itu melirik ke arah pengawas di depan.

Saat di rasa cukup aman, ia meremas kertas tersebut kemudian menjatuhkannya ke lantai. Membiarkan Zara membungkuk untuk mengambilnya.

Pagi ini anak-anak kelas XII sedang di sibukan dengan kegiatan Ujian Tengah Semester. Keadaan juga begitu sunyi, karena para siswa tampak fokus pada lembar ujiannya masing-masing.

Semuanya sibuk mengerjakan soal ujian Matematika yang di berikan oleh pengawas.

Geisha menghela nafas kasar, netranya memandangi deretan angka-angka di kertas ujiannya tanpa minat. Matematika adalah pelajaran paling mematikan bagi Geisha.

Selain membuatnya frustrasi, Matematika juga sangat menguras otaknya untuk berfikir lebih keras lagi dan ia benci akan hal itu.

Geisha mengalihkan pandangannya pada jam dinding yang bertengger di atas papan tulis. Waktu sudah menunjukkan pukul 09:12 WIB, itu artinya bel istirahat akan berbunyi sebentar lagi.

Dan benar saja.

Tak lama kemudian bel berbunyi, menandakan bahwa waktu ujian pertama telah usai. Semua murid yang berada di dalam kelas langsung bersorak heboh kala mendengar suara tersebut.

Mereka semua mulai bergegas dari tempat duduk masing-masing untuk bersiap mengumpulkan kertas ujian. Semua siswa berbaris dengan rapi, menunggu antrean.

Setelah selesai, pengawas memberi interuksi lagi agar para murid kembali duduk di tempatnya masing-masing. Sepertinya akan ada pengumuman yang ingin di beritahukan.

Bu Wening, pengawas pagi ini.

Guru muda itu melirik jam tangannya sekilas, kemudian menatap murid-muridnya satu per satu.

"Attention please," serunya memberi perhatian.

Para siswa yang tadinya masih bersenda gurau kini kembali duduk dengan tenang di kursinya. Memperhatikan pengawas di depan yang sedang memberi arahan.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang