[03] APOLYCAPSE

326K 18.8K 402
                                        

•• 🕷️ ••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•• 🕷️ ••

"Sssttt—argh ..." Geisha berpegangan pada pinggiran wastafel kamar mandi, tubuhnya lemas. Matanya berkaca-kaca disertai dengan keringat dingin yang mulai membasahi dahinya.

Pagi ini energinya terkuras habis karena ia kembali mengalami mual-mual hebat. Pasalnya, ia sudah berkali-kali merasakan mual tidak jelas seperti ini dan ini juga bukan pertama kali untuknya.

Geisha bingung dengan dirinya sendiri. Akhir-akhir ini ia menjadi sering sekali merasakan mual dan juga pusing. Apalagi belakangan ini nafsu makannya meningkat.

Namun meski begitu, Geisha tetap berpikir positif. Ia juga tak mau ambil pusing tentang masalah ini. Mungkin saja memang tubuhnya sedang kelelahan dan membutuhkan banyak asupan.

Atau bisa saja asam lambungnya kambuh? Benar, kan?

Perlahan Geisha keluar dari kamar mandi, langkah kecilnya membawa mendekati lemari. Ia ingin mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah.

Jam sudah menunjukkan pukul 06.45 WIB, itu artinya 15 menit lagi gerbang sekolah akan di tutup dan ia tidak ada waktu untuk memberi polesan make up ataupun liptint di bibirnya.

Dengan cepat Geisha mengganti pakaiannya, kemudian ia meraih ponsel dari atas nakas lalu segera berlari keluar rumah, menunggu taksi yang ia pesan.

Selang beberapa menit, taksi tersebut telah sampai. Karena tak ingin berlama-lama lagi, Geisha pun segera berangkat ke sekolah menaiki taksi tadi.

◇◇◇

"GEISHA, YUHUUU!"

Teriakan melengking dari sahabatnya itu membuat Geisha sedikit terkejut dan langsung menghentikan langkah.

Geisha membalikkan badan, lalu terlihat dari kejauhan Zara sedang berlari ke arahnya yang diikuti oleh kedua temannya lagi dari belakang.

Ziveralodie Nictavyranzara, atau biasa dipanggil Zara. Cewek blasteran Belanda—Indonesia itu adalah sahabat Geisha dua tahun belakangan ini.

Zara memiliki sifat yang barbar, namun juga feminim. Omongannya pedas dan suka ceplas-ceplos. Sangat menyukai musik dan hal-hal menantang atau yang memacu adrenalin.

"Nggak usah teriak-teriak, bisa?" tanya Kaelyn jengah.

Kaelyn Lovanya Pramudya. Perempuan modis bermata kecoklatan itu juga teman dari Geisha.

"Teriak sekali lagi gue sumpelin pel tuh mulut!" celetuk Cassie kesal.

Cassie Emiella—teman sebangku Geisha. Pipi chubby dan rambut sebahunya selalu menjadi ciri khas gadis itu.

"Astaga, Sha! Muka lo pucet banget kayak mayat hidup gini?" pekik Zara panik setelah meneliti wajah perempuan di hadapannya.

"Are you okay?" Kaelyn memusatkan pandangannya ke arah Geisha dengan khawatir.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang