#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Sinar matahari yang menyilaukan menembus ventilasi-ventilasi kamar, membuat Geisha sedikit menggeliat pelan dalam tidurnya. Ia merasa terusik. Lalu setelahnya wanita itu menyipitkan mata dan membukanya secara perlahan.
Pupilnya mengedar, melirik pada space di samping. Hal pertama yang ia dapati adalah wajah tegas pria itu. Altezza terlihat sangat pulas dan tenang dalam tidurnya.
Kemudian Geisha beralih lagi menatap pada jam dinding yang bertengger manis di meja nakas. Waktu menunjukkan pukul lima pagi. Itu artinya Geisha sudah harus bersiap-siap sekarang.
Geisha menyibak selimutnya dan turun perlahan dari ranjang. Dirinya langsung berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit, Geisha keluar lengkap dengan seragam sekolahnya. Ia mengambil handuk yang melilit di kepala, lalu berjalan ke arah ranjang. Berniat untuk membangunkan Altezza.
Geisha menepuk pipi laki-laki itu beberapa kali. Dan tak butuh waktu lama, mata Altezza yang tadinya tertutup rapat kini perlahan mulai terbuka.
"Cepet mandi, nanti telat," ucap Geisha pelan dan segera berlalu setelah mengatakan hal tersebut.
Geisha berjalan keluar kamar meninggalkan Altezza yang masih tampak kelimpungan. Ia berjalan menuju dapur.
Sedangkan Altezza, pria itu langsung menyibak selimutnya dengan malas. Mengacak rambutnya asal, kemudian berjalan ke arah kamar mandi.
Selang beberapa menit, Altezza sudah siap dan keluar lengkap dengan seragam sekolah miliknya. Altezza berjalan keluar kamar, langkahnya menuju dapur untuk menghampiri Geisha.
Altezza duduk di meja pantry, ia memainkan ponselnya sambil menunggu wanita itu menyiapkan sarapan. Sesekali matanya juga mengawasi setiap pergerakan Geisha.
Geisha mengelap peluh yang membasahi pelipisnya, lalu segera mematikan api di kompor. Wanita itu menggeser sedikit posisinya ke samping untuk mengambil piring.
Setelahnaya, ia berjalan ke arah Altezza dan menyiapkan semua sarapan mereka di meja pantry. Tumis kangkung dan ayam kecap sudah tersaji di sana.
Altezza menatap hidangan pagi ini. Walaupun sederhana, tetapi itu tampak sangat menggiurkan baginya. Ternyata menikah tak seburuk yang ia pikirkan. Malah Altezza merasa sangat terurus sekarang. Diam-diam, sudut bibir Altezza sedikit tertarik ke atas.
Geisha ikut mendudukkan tubuhnya di samping laki-laki itu, kemudian menyerahkan sepiring nasi dan lauk yang sudah ia siapkan untuk Altezza.
"Tumben rapi." Mata Geisha melirik sekilas ke arah baju seragam Altezza.
Baju yang dimasukkan ke dalam, kancing yang tersusun rapi dan dasi yang terpasang apik di kerah laki-laki itu membuatnya sedikit bingung pagi ini.
Padahal rasanya baru kemarin Geisha memarahi dan mengomelinya habis-habisan lantaran penampilannya yang urak-urakan dan seperti preman, namun sekarang Geisha malah melihat hal yang sebaliknya.