#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dasinya di pakai, Al!" teriak Geisha dari dalam kamar sambil melempar dasi laki-laki itu keluar.
Geisha sedang sibuk mengobrak-abrik isi lemari, mencari baju basket Altezza yang akan dipakainya nanti.
Pagi ini moodnya kurang baik, ia mencari dengan perasaan dongkol. Di tambah lagi dengan penampilan Altezza yang tidak rapi dan terlihat urak-urakan, semakin membuat tingkat kekesalannya memuncak.
Setelah menemukan apa yang di cari, Geisha segera mengambil baju tersebut dan langsung memberinya kepada Altezza.
"Bajunya di masukin!" titah perempuan itu lagi ketika melihat baju seragam Altezza yang di keluarkan seperti bukan anak sekolahan.
"Itu kerahnya, di benerin dulu!" Lagi dan lagi Geisha di buat mendengus olehnya. Cowok itu tidak bisa rapi. Lihat saja sekarang, penampilannya sudah sama persis seperti preman-preman di luaran sana.
Altezza yang masih mengunyah makanannya sesekali hanya bisa mengangguk kecil dan bergumam singkat sebagai jawaban dari ocehan-ocehan ibu hamil tersebut.
Geisha menuangkan air putih ke dalam gelas milik Altezza, lalu menyingkirkan minuman soda yang hendak di minum oleh pria itu.
"Tinggalin yang nggak sehat!" ujarnya ketus.
Altezza melirik ke arah Geisha sekilas, lalu mengangguk pelan. Mulut cowok itu masih penuh dengan makanan. Ia meraih gelas tadi, kemudian segera meminumnya hingga tandas.
"Udah ngocehnya?" tanya Altezza sembari membersihkan sisa air di bibirnya dengan tissue.
"Udah!" jawab Geisha ngegas.
"Yaudah ayo berangkat, nanti telat." Altezza berjalan mendahului Geisha. Menyandang ransel hitamnya, lalu meraih kunci mobilnya di atas nakas.
◇◇◇
10 menit dalam perjalanan, kini mereka sudah hampir sampai di tujuan. Geisha menatap sekeliling, saat ini mereka hendak memasuki persimpangan dekat sekolah. Buru-buru perempuan itu menoleh ke arah Altezza.
"Al?"
"Hm."
"Lo nggak mau turunin gue di sini?" kata Geisha hati-hati.
Dahi Altezza mengeryit bingung. "Kenapa mau turun di sini?"
"Takut anak yang lain lihat," cicit Geisha pelan, terdengar ragu-ragu.
"Terus?" Satu alis Altezza terangkat, pandangannya masih fokus menatap ke depan.
"Ya, kalau nanti kita di omongin yang enggak-enggak gimana?" tanya Geisha khawatir.
"Biarin aja, lagian udah nikah ini," sahut Altezza tak acuh.