[08] KETAHUAN

304K 16.8K 279
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

"Udah mana, buruan, Daff."

Jayden berdecak kesal saat Daffa malah mengulur waktunya. Sebentar lagi ada rapat ketua osis, sedangkan Daffa sedari tadi hanya berdiam diri di tempat.

"Sabar, elah! Nih, nih!" Akhirnya Daffa mengeluarkan dompetnya dan memberi dua lembar uang kertas berwarna biru.

Jayden segera menerima uang tersebut. "Dari tadi, kek! Lama amat lo!" decaknya.

"Yaudah, sana pergi," usir Daffa yang langsung di turuti Jayden.

"Muka lo kecut banget, kenapa sih?" tanya Dion yang baru saja sampai di kantin Mbok Yem. Laki-laki itu menarik kursi di samping Dirga. Keningnya mengeryit heran saat melihat wajah masam Daffa.

"Habis di palak uang kas dia," sahut Rayan tanpa menoleh, tangannya mencomot tempe mendoan di depannya.

"Traktir, Bang." Kini Daffa memutar tubuh menjadi menghadap Rayan. Wajah lelaki itu memelas seperti minta di kasihani.

Melihat itu Rayan hanya mendengus sembari memakan gorengannya. "Najis, lo manggil gitu karena ada maunya aja. Coba setiap hari lo manggil abang ke gue."

Daffa memberengut. "Kan kita cuma beda tujuh bulan."

"Tetap aja gue yang lebih tua," sahut Rayan telak.

"Bilangin mami dong, suruh tambahin uang jajan gue."

Rayan melotot tajam, siap mencerca Daffa. "Gila aja lo, punya nyawa berapa sampai berani minta sangu¹ lagi?"

Kaki Daffa menghentak tanah. "Yaudah makanya lo traktir gue, Bang."

"Ck! Anak siapa sih? Nyusahin aja."

"Udah, lah, Ray. Kasih aja, udah merah gitu mukanya. Mau nangis itu bentar lagi," kekeh Dion.

"Biarin nangis sekalian, ntar gue videoin ke mami. Biar makin di ledekin," cibir Rayan.

"BANG!"

◇◇◇

"Lo akhir-akhir ini, gue lihat-lihat sering mual-mual. Kenapa dah, Sha?"

Geisha membeku, meneguk ludahnya kasar. Ia menghentikan aktivitasnya sebentar, kemudian melirik Zara sekilas. "G-gue cuma sakit biasa kok, Ra. Aslam gue kambuh," sahut Geisha kikuk.

"Oh, gitu. Yaudah, mau gue bantuin nulisnya nggak? Biar lo nyusul Kae sama Cassie aja ke kantin, makan dulu. Ntar yang ada sakit lo makin parah."

ALTEZZA [New Version]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang