#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
Altezza memutar handle pintu kamar rumah sakit yang ditempati oleh Recha, lalu menutupnya kembali dan berjalan mendekati Rayan yang tengah menenangkan gadis itu.
Rayan menoleh saat merasakan space di sampingnya di tempati oleh seseorang. "Lama banget lo, Za!" decak Rayan frustrasi.
"Macet," balas Altezza singkat.
Recha melepas cekalan tangan Rayan di lengannya, kemudian langsung memeluk Altezza dengan erat. "Al ..." cicitnya lirih.
"Ck!" Altezza hampir saja terhuyung ke belakang akibat perempuan itu yang memeluknya secara tiba-tiba seperti ini.
Rayan hanya menonton tanpa minat. Jengah dengan kelakuan gadis itu yang menurutnya sangat menyusahkan.
"Kenapa?" tanya Altezza to the point.
"G-gue takut ..." Recha menenggelamkan wajahnya pada dada bidang pria tersebut.
"Please, temenin gue untuk malam ini," pintanya memohon sambil mengeratkan pelukannya lagi.
"Nggak usah alasan, lo di sini udah ada Rayan," tandas Altezza kesal, tangan pria itu melepas belitan Recha pada tubuhnya.
Recha menggeleng dan sedikit menjauh dari Altezza karena lelaki itu sudah melepaskan rengkuhannya. "Gue nggak mau, gue cuma mau sama lo," kekeuh-nya.
"Jangan nyusahin, lo bukan siapa-siapa gue!" tukas Altezza tajam.
"Please, Al ... malam ini aja. Gue mohon ..." Recha memelas menggunakan puppy eyes-nya. Tangan gadis itu dengan lancang memegang lengan Altezza erat.
Bukannya iba, Altezza malah jijik. Dengan segera ia melepaskan sentuhan perempuan itu. "Gua nggak bisa," tolaknya mentah-mentah.
Recha mendongak, wajahnya sudah menekuk lesu. "Kenapa?"
"Urusan gue bukan lo aja," jawab Altezza sekenanya.
Kini mata Recha mulai berkaca-kaca. "Al, pleaseee ... lo nggak bisa temenin gue kali ini?"
"Ucapan gue tadi kurang jelas?" tanya Altezza mulai muak.
"Gue udah bilang sama Papi kalo lo ada di sini, jagain gue. Dan Papi bilang buat tunggu sampai dia datang, ada sesuatu yang mau Papi omongin ke lo, Al," jelas Recha panjang lebar.
Berharap kali ini Altezza mau menuruti perkataannya untuk tetap tinggal.
"Gue janji deh cuma sampai Papi gue datang," ujar Recha memberi tawaran. "Setelah itu lo bisa pergi dari sini."
"Gimana?"
Altezza menghembuskan napasnya kasar, lalu tanpa pikir panjang segera mengangguk menyetujui. "Oke, gue stay sampai Om Dewa datang," putusnya.