[02] SIAPA DIA?

413K 21.6K 382
                                        

hallo! my story up!! 👋🏻

maaf ya kalau aku telat up, akhir-akhir ini sibuk sama urusan personal (berkata dengan nada lemah lembut)

but, finally war is over 🥹🫶🏻

aku udh bisa fokus sama cerita-ceritaku

yuk buruan bacaa bab barunyaa 👇🏻

●●●

••🕷️••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

••🕷️••

"WAH! GILA LO YA?"

"BAWA KE SINI BOLANYA, EGE!"

Rayan terus mengejar pria di depannya, ia tidak terima ketika melihat Dirga yang selalu memasukan bola ke dalam ring. Ia belum mendapat giliran, tetapi Dirga juga tidak mau bergantian.

"Sabar, Ray. Orang sabar di sayang Tuhan," seru Dirga sambil mendribble bolanya.

"Kayak punya Tuhan aja lo," decak Rayan malas. "Udah buruan sini! Gantian bego!"

Keduanya masih beradu sengit, sedangkan Dion dan Daffa hanya bisa menonton dari tengah lapangan. "Udahan, yok! Gerah nih gue," teriak Daffa sembari mengipasi wajahnya dengan telapak tangan.

Melihat baju seragam mereka yang mulai basah karena terkena keringat, akhirnya mereka berempat memilih menyudahi permainan tersebut.

Dirga melempar bola ke dalam ring untuk mengakhiri permainan, sementara Rayan dengan segera menangkap bola tersebut dan memantulkannya ke arah Dirga untuk membalas lelaki itu.

Namun sayangnya Dirga cepat menghindar, sehingga bola tadi tidak jadi mengenai tubuhnya melainkan malah mendarat mengenai pot bunga di depan ruangan kepala sekolah.

Bunyi pecahan pot tersebut menyita perhatian murid yang berada di sekitarnya. Termasuk juga Bu Sinta-selaku kepala sekolah, yang langsung segera bergegas keluar dari kediamannya untuk melihat kekacauan barusan.

"Astaga!" pekik wanita berusia 41 tahun itu heboh.

Melihat hal itu Daffa sontak melebarkan bola matanya dan menatap Rayan tajam. "Heh, belegug!! Di marahin Bu Sinta nanti," tegurnya. "Buruan beresin! Sebelum lo di hukum, sana sekalian minta maaf!"

"Ogah, sono lo aja yang beresin," tolak Rayan mentah-mentah.

Daffa berkacak pinggang. "Lagian lo kenapa sih pakai lempar bolanya ke sana? Mau cari mati?"

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang