#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Geisha melirik sekilas ke arah Altezza yang baru saja turun dari lantai dua. Wanita itu kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya dan membiarkan laki-laki itu duduk di meja pantry.
Sebenarnya ia juga bingung karena sedari tadi malam laki-laki itu tiba-tiba saja mendiamkan dirinya. Apa mungkin, ada yang salah dengan perkataannya tadi malam.
"Anak aku masih nendang?" Altezza mendekatkan wajahnya pada perut Geisha, lalu tangannya bergerak untuk mengelus perut di depannya dengan pelan.
Geisha menganggukkan kepalanya singkat seraya membenarkan rambut laki-laki itu yang berantakan.
"Sakit nggak?" tanya Altezza penasaran.
"Lumayan," balas wanita hamil itu lagi yang diiringi dengan anggukan kecil dari kepalanya.
Altezza terkekeh, lalu mengecup perut perempuan itu dengan gemas. "Nendang mulu anak papa, lagi tawuran?" tanyanya heran.
"Ngaco kamu!" sentak Geisha tak terima.
"Bercanda, Mama," sahut Altezza masih dengan kekehannya.
Geisha berdecak, kemudian sedikit menyadarkan bahunya di kepala ranjang. "Mau periksa lagi nggak?" tanyanya sambil menatap lekat ke arah Altezza.
"Nggak usah," balas Altezza cepat.
Geisha mengerutkan keningnya heran. "Kenapa? Memangnya kamu nggak mau lihat jenis kelaminnya apa?" tanyanya lagi pada laki-laki itu.
Altezza mendongakkan kepalanya agar bisa menatap istrinya dari bawah. "Bukannya nggak mau lihat, tapi biar jadi suprise aja nanti pas lahir," jelasnya.
Geisha menganggukkan kepalanya mengerti, lalu kembali menatap mata lelaki itu. "Kalo yang lahir cewek, gimana?"
"Nggak masalah," sahut Altezza yang masih fokus bermain dengan perut di depannya.
"Kalo cowok?" tanya Geisha lagi.
"Ya bagus dong, biar kamu punya dua bodyguard," balas laki-laki itu cepat.
Geisha mengelus rambut pria itu lembut. "Pengen cowok?" tanyanya.
Altezza tersenyum kecil. "Apa pun gendernya, aku bakalan bersyukur banget."
"Al," panggil Geisha.
Altezza menoleh. "Apa?"
Geisha menarik nafasnya, lalu menghembuskannya secara perlahan. "A-aku takut," cicitnya.
"Takut apa?" tanya laki-laki itu tak mengerti.
"Takut nggak bisa jadi ibu yang baik, buat anak kamu." sahut Geisha lagi, sambil menundukkan kepalanya dalam. Wanita itu tidak berani menatap ke arah Altezza sekarang.