[15] TURN ON

271K 16.5K 643
                                        

♧♧♧

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

♧♧♧

"Lo dari tadi lihatin meja mereka terus, kenapa sih?" Zara menatap Cassie bingung. Sedari tadi cewek itu tak henti memperhatikan meja yang berada di seberang mereka.

"Penasaran aja sama nenek lampir itu," sahut Cassie sembari menyeruput jus Jeruknya lagi. "Pacaran, ya, sama Al?"

"Mana mau si Al sama modelan cengcurut kering gitu," kekeh Zara mengejek.

"Iya, kah?" Kening Cassie berkerut heran. "Tapi tuh lihat aja, mereka lagi suap-suapan."

"Hah? Masa sih?" Zara, Kaelyn dan Geisha refleks menoleh. Memusatkan pandangan mereka ke objek tujuan.

Mereka semua bisa melihat interaksi keduanya yang cukup dekat. Bukan, maksudnya Recha sendiri yang berusaha mendekatkan diri kepada Altezza.

"Itu mah bukan suap-suapan, ege!" decak Kaelyn kesal.

"Lebih tepatnya si kecombrang laut itu yang maksa-maksa, Al. Lihat tuh, Altezza kelihatan risih banget," tambah Zara dengan muka jijiknya. "Iwh! Gue jadi merinding."

"Kuat juga nyali tu cewek," puji Kaelyn kagum.

Sementara Geisha sedari tadi hanya menyimak, ia menjadi tak berselera makan ketika melihat kedekatan pria itu dengan perempuan lain. Ada perasaan aneh yang cukup mengganggunya.

"Tapi dari tadi kalian nyadar nggak sih?" tanya Cassie kepada tiga temannya. 

"Apa?" Zara menoleh.

"Altezza sesekali nyuri-nyuri pandang ke arah meja kita?" kata Cassie serius.

"Perasaan lo aja kali," sergah Kaelyn tak percaya.

Zara mengangguk setuju. "Lagian kita seberang-seberangan, kalo Al noleh ya otomatis lihat ke arah sini emang."

"Ih! Bukan, beda!" Cassie menggeleng, kekeuh dengan asumsinya.

"Gue tahu persis mana yang sekedar noleh sekilas atau emang sengaja," jelas gadis itu.

"Tahu, ah, Cass. Makan aja makan, habisin nih makanan lo." Tangan Zara mencomot 2 mochi cokelat milik Cassie, lalu segera memasukan mochi tersebut ke dalam mulut gadis itu.

Mata Cassie melebar. "Eumh—mwulut gue pwenuh!"

◇◇◇

"Sha, lo yakin nggak mau gue anter pulang?" tanya Zara sekali lagi.

Entah sudah yang ke berapa kalinya ia menawari Geisha agar pulang bersamanya, namun Geisha terus menolak.

"Bukannya gue nggak mau, tapi lo kan tahu sendiri rumah kita nggak searah, Ra," ujar Geisha mencoba memberi pengertian.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang