#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Mau ke mana?” tanya Geisha sedikit bingung ketika melihat Altezza yang sudah rapi malam-malam begini.
Altezza tidak langsung menjawab, ia berjalan melewati Geisha menuju walk in closet untuk mengambil jaket dan juga slayernya.
“Sirkuit,” jawab laki-laki itu singkat tanpa menoleh sedikit pun.
Geisha mengangguk, kemudian kembali fokus pada layar di depannya seraya memasukkan potongan buah ke dalam mulutnya lagi.
Kini Geisha tengah duduk bersantai di atas ranjang, sambil memangku laptop yang menampilkan salah satu drakor favoritnya.
Malam ini Geisha memang berniat untuk menghabiskan semua waktu bersama drakor-drakor kesayangannya, di temani oleh cemilan-cemilan yang Altezza belikan untuknya.
Kemudian Altezza beranjak lagi menuju nakas. Meraih kunci motor dan ponselnya di sana. Altezza segera memakai jaket dan memasang slayer pada lengan kiri bagian atas.
“Mau nitip?” tanya Altezza seraya mengeratkan ikatan tersebut.
Geisha tampak berpikir, lalu menoleh. “Nggak, deh." Perempuan itu menggelengkan kepalanya kecil, matanya memperhatikan makanan yang masih berserakan di atas ranjang dan pangkuannya.
"Ini masih banyak, di kulkas juga masih ada," gumamnya pelan, dengan bibir yang mengerucut lucu. "Nanti ngabisinnya gimana?"
Altezza terkekeh. Langkahnya membawa mendekati perempuan itu dan mengacak rambutnya gemas. "Itu, aja? Nggak ada yang lain?" tanyanya memastikan.
Karena Altezza tahu, semenjak hamil Geisha memang menjadi lebih suka mengemil dan makan. Makanya ia juga selalu membelikan banyak cemilan dan tak pernah lupa menstock berbagai makanan ringan serta berat di dalam kulkasnya.
Yang tentunya makanan-makanan tersebut sehat untuk ibu hamil. Pasti tidak jauh-jauh dari makanan berbahan dasar buah dan sayur atau gandum.
"Enggak, udah itu aja," sahut Geisha yakin.
Altezza mengangguk, lalu beringsut lebih dekat. Tangannya menggeser laptop yang masih berada di pangkuan ibu hamil itu dan menundukkan kepalanya agar bisa sejajar dengan perut Geisha.
Sementara Geisha sudah menegang di tempatnya. Hawa di sekitar seakan berubah menjadi panas. Napasnya tercekat saat merasakan sentuhan hangat dari tangan kekar pria itu yang menyusup masuk. Kemudian di susul oleh kecupan singkat dari luar piyamanya.