[45] JEBAKAN

175K 12.1K 1.2K
                                        

"Mau sarapan dulu atau nggak, Al

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mau sarapan dulu atau nggak, Al." Geisha berdiri mengancingkan baju seragam laki-laki itu yang terbuka, kemudian sedikit membenarkan dasi Altezza yang miring.

"Nanti aku sarapan di kantin aja," jawab Altezza singkat.

"Yaudah." Geisha kembali duduk di ranjang. Matanya masih memperhatikan suaminya yang kini tengah memakai slayer hitam di lengan kirinya.

Geisha meraih tangan laki-laki itu untuk menyalaminya. "Nanti pulangnya titip rujak di tempat biasa, ya?" pesan Geisha.

"Tapi cuma mau bumbu rujaknya aja, nggak usah ada buahnya," lanjut wanita itu lagi. Terdengar aneh, tetapi memang itu kemauannya sekarang.

"Kenapa nggak pakai buahnya?" tanya Altezza bingung, alisnya mengeryit dalam.

"Pengin aja," balas wanita itu seadanya sembari menampilkan gigi-gigi ratanya.

Altezza mengangguk mengerti, lalu mencium pipi chubby Geisha. "Yaudah, aku berangkat," pamitnya setelah menyambar tas ransel dan langsung menghilang di balik pintu.

◇◇◇

"BRENGSEK!"

Bugh!

Suara hantaman itu terdengar di seluruh penjuru kantin. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Dirga dan Karel, sang wakil ketua osis SMA Wiramandala. Kedua cowok itu sedang beradu kekuatan sekarang.

Bersamaan dengan pukulan tadi, teriakan para murid juga ikut terdengar. Mereka semua langsung menghindar dari sana dan mencari tempat aman. Tak mau ambil resiko jika masih berada di dekat dua orang tersebut.

"UDAH BERAPA KALI GUA BILANG! JANGAN PERNAH DEKETIN CEWEK GUA LAGI, BANGSAT!!" Dirga menghantamkan tubuh Karel ke lantai. Tangannya mengepal erat, siap untuk meninju wajah Karel lagi.

"Dirga, gelo! Udah woy." Dengan susah payah, Daffa berusaha menahan lengan cowok itu agar menghentikan aksinya.

Tetapi bukannya berhenti, Dirga malah kembali menghajar Karel. Kali ini cowok itu menginjak perutnya. Hal yang semakin membuat Daffa gemas terhadapnya.

"Aduh, malah makin kesetanan si anying." Daffa menggigit kuku-kukunya lantaran geram.

"Dirga! Udah, nanti lo bisa masuk ke ruang BK, njir!" sentak Rayan, tangannya menarik lengan laki-laki itu.

Namun sepertinya gagal juga, Dirga kembali menepis tangan-tangan yang berani menghalanginya untuk menghajar Karel.

"Gimana?" tanya Rayan panik saat Dirga semakin buas menghajar lawannya. Karel sudah terkulai lemas di lantai dengan darah yang sudah bercucuran membasahi wajahnya.

ALTEZZA [New Version]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang