#BlackCarlos (Series I)
Menikah karena sebuah kesalahan, adalah sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya di benak Altezza.
Siapa sangka jika laki-laki yang terkenal sebagai setan penguasa jalanan itu, harus menikahi seorang gadis berparas can...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
♧♧♧
"Gimana keadaan Geisha?" Rayzan dan Nayla yang baru saja sampai di sana langsung segera menghampiri Altezza dengan tergesa-gesa. Raut khawatir dari keduanya terlihat begitu jelas saat ini.
"Al! Jawab dong, gimana keadaan Geisha?!" desak Rayzan tidak sabaran pada anak tunggalnya itu, lantaran Altezza yang masih diam dan tidak mau menjawab pertanyaannya.
Karena kesal tidak mendapati jawaban apa-apa dari anaknya, Rayzan hendak kembali melontarkan pertanyaan. Tetapi sebelum itu, Altezza sudah lebih dulu memotongnya.
"Lemah, Pa," jawab Altezza sekenanya.
"Terus sekarang gimana? Mana Geisha?" Nayla mengguncang lengan Altezza kuat. Wajahnya sedari tadi terlihat panik dan pucat. Apalagi sejak tadi wanita itu juga tidak berhenti menangis begitu mendengar kabar ini.
"Masih di dalam," sahut Altezza singkat tanpa mau mengalihkan pandangannya ke arah Nayla.
Nayla segera menoleh pada pintu ruangan yang masih tertutup rapat di sebelah Altezza. Matanya menatap nanar ke ruangan tersebut. Tubuhnya bergetar saat air matanya kembali luruh begitu saja. Tubuhnya hampir ambruk, kalau saja tidak segera ditahan oleh seseorang.
"Duduk dulu, Tante." Rayan mempersilakan Nayla untuk duduk di sampingnya. Cowok itu menuntun dan membantu Nayla yang hampir saja limbung. Sedangkan Rafael dan Dirga masih diam di tempatnya, memperhatikan.
Rayzan menoleh ke arah Altezza. "Kamu sudah hubungi Faldo dan Dinara?" tanyanya.
Altezza menggeleng. "Belum."
"Tadi pagi mereka baru aja pergi ke London," ucap laki-laki itu memberi tahu Papanya.
Rayzan sedikit mengeryitkan keningnya heran. "Terus? Kenapa nggak kamu kasih tahu mereka?" Kali ini nadanya terdengar ketus.
"Mereka ada pekerjaan bisnis di sana, Al nggak mau bikin mereka jadi kepikiran soal ini dan ganggu fokus mereka, Pa," jelas Altezza terus terang sambil menghela napasnya lelah, sangat lelah bahkan.
Rayzan menatap laki-laki itu serius. "Tapi mau bagaimana pun juga, mereka harus tetap tahu kondisi Geisha sekarang."
"Hm." Hanya ada deheman singkat dari laki-laki itu. Altezza kembali menyadarkan kepalanya di depan pintu ruangan tersebut. Matanya sedikit terpejam rapat, merasakan pusing yang mendominasi.
"Apa yang sebetulnya terjadi sama Geisha?" Rayzan bertanya lagi dengan raut wajah yang terlihat penasaran. Ia menatap Altezza untuk meminta penjelasan.
Jujur, ia juga sebenarnya tak mengerti terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Rayzan kaget begitu tiba-tiba mendapat kabar bahwa Geisha dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan yang sangat parah dan memperihatinkan.
"Geisha disekap," sahut Altezza jujur. Tangannya berulang kali memijit pelipisnya kasar, saat rasa pusing di kepalanya kembali menyerangnya lagi.
Sedangkan Rayzan langsung membulatkan bola matanya tak percaya. Sangat terkejut mendengar ucapan Altezza barusan. "Kamu ini gimana sih, Al! Jagain istri satu aja nggak becus!" bentaknya berang.