"Kalo sakit cukup kita sendiri yang rasa jangan mengeluh
kepada orang lain karena belum tentu dia bisa membantumu."
~Acha Septriasa Kinantara~
SELAMAT MEMBACA...
Disepanjang perjalanan Acha tak pernah berhenti menyapa siapa saja yang ia temui maupun orang tersebut tidak dikenalnya. Acha berjalan sambil mendengar lagu dari earphone yaag setia bertengger ditelinganya, sesekali merentangkan tangannya menikmati semilir angin pagi yang begitu sejuk.
Disaat ia tengah menikmati jalan santainya tiba-tiba ada teriakkan dari seseorang yang membuat mood Acha seketika hancur.
"Woyyy" teriak Gilang tetangga Acha sekaligus teman sekelasnya.
Acha berbalik menatap datar Gilang yang tengah memeluk ayam jago kesayangannya.
"Apaan"jawab Acha dingin.
Gilang memberi kode dengan cara menaik turunkan tangannya. Acha memutar bola mata malas lalu menghampiri Gilang.
Acha melipat kedua tangannya didada sambil menaik turunkan alisnya "Hah! Apaan?" tanya Acha.
Gilang terlihat sumringah bisa berhadapan dengan tetangganya yang spek bidadari ini. Acha bergidik ngeri melihat Gilang senyum kayak orang gila. Acha memukul bahu Gilang cukup keras membuat sang empu terkejut.
"Lu mau bilang apa anjirr!! Gue mau pergi nih " kata Acha mulai kesal.
Gilang hanya cengengesan "Lu mau kemana?" Tanya nya.
"Gue mau jalan-jalan" jawab Acha.
"Ke depan?"
Acha mengangguk. Gilang ber-oh lalu menarik tangan Acha agar membelai kepala Alex ayam jago kesayangannya. Acha kaget dan refleks menabok kepala ayam Gilang.
Gilang membulatkan mata sempurna saat Acha menabok kepala Alex.
"ACHAAAA!!! lu gila yak?" Teriak Gilang membuat Acha menutup telinganya.
"ya-ya sorry gue refleks,lu sih ngagetin gue" jawabnya membela diri.
Gilang menarik napas panjang lalu mengusap pelan kepala Alex. Acha yang melihat itu bergidik geli "dasar cowok stress" umpat Acha dalam hati.
"Gue pergi dulu, gue gak mau jadi obat nyamuk disini" sindir Acha sambil berpamitan sama Gilang lalu melenggang pergi dari depan rumah Gilang. Gilang hanya mengangguk.
"Hah obat nyamuk" tanya Gilang.
***
Acha sampai didepan taman kota yang berdekatan dengan perumahannya terlihat banyak anak-anak jalanan yang tengah bermain, senyumannya terukir.
Acha masuk lalu menghampiri anak-anak tersebut "Hay adek-adek" sapa Acha sambil melambaikan tangannya.
Anak-anak berlarian menuju Acha, Acha berjongkok agar dapat menyamaratakan tingginya dengan anak-anak. Mereka begitu antusias dengan kehadiran Acha jujur mereka begitu kangen dengan Acha sudah lama Acha tak datang untuk bermain bersama.
"Hay kakak"
"Kak Achaaaa!!"
"Aaa kak Acha...kangen bangetttt!!!"
Sapa mereka antusias. Acha tersenyum lalu merentangkan tangannya agar semua anak-anak masuk kepelukkannya. Air mata Acha jatuh tanpa aba-aba ia merasa beban dihidupnya hilang ketika bersama dengan anak-anak tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ACHA [END✓]
Teen Fiction[𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐛𝐚𝐜𝐚] (REVISI SEDANG BERJALAN) "Maaf jika aku tak dapat menepati janji. Terima kasih untuk kasih sayang kalian. Sampai bertemu dikehidupan yang lebih indah." -Acha Septriasa Kinantara Start : 29 Januari 2022 Finish...
![ACHA [END✓]](https://img.wattpad.com/cover/299947171-64-k546769.jpg)